Dinkes Gunungkidul: Uji Swab Acak Belum Jadi Prioritas

Ilustrasi. - Freepik
18 September 2020 08:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI–Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pihaknya sudah melakukan tes swab massal. Meski demikian, pengetesan belum bisa dilakukan secara acak karena fokus ke kantor-kantor pelayanan publik.

“Untuk swab massal sudah lama, tapi belum secara acak. Ini kamis masih melakukan koordinasi tentang potensi tes swab massal secara acak,” kata Dewi, Kamis (17/9/2020).

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Lab di DIY Kewalahan Uji Swab

Dia menjelaskan, swab massal juga sudah dilakukan kepada orang yang berstatus suspek atau kontak dengan pasien positif. Selain itu, swab juga telah menyasar ke petugas kesehatan, pegawai dinas kesehatan, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri.

“Untuk OPD di lingkup pemkab, ada kantor DPMPT, Disdukcapil dan beberapa instansi lainnya,” katanya.

Menurut Dewi, untuk pelaksanaan swab harus dikoordinasikan dengan laboratorium karena ada keterbatasan dalam pengetesan setiap harinya. Hal ini dibutuhkan agar hasil tes tidak terlalu lama keluarnya.

BACA JUGA : Cegah Covid-19 Klaster Perkantoran, Bantul Gelar Uji Swab

“Untuk saat ini tiga sampai lima hari sudah keluar. Jadi memang harus ada komunikasi dengan laboratorium, karena jika tes dilakukan semakin banyak, maka hasilnya keluar juga semakin lama,” katanya.

Ditambahkan Dewi, pemkab berkomitmen dalam upaya penanggulangan penyebaran virus Corona. Selain terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan, juga dilakukan pengubahan dalam pengetesan.

“Kami awalnya menggunakan rapid test, tapi sekarang pengetesan langsung mengggunakan uji swab,” katanya.