Biaya Rapid Test Penerbangan Lewat YIA Diturunkan Jadi Rp85.000

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 September 2020 09:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Biaya rapid test di Yogyakarta International Airport (YIA) Kapanewon Temon, Kulonprogo turun dari yang semula berkisar Rp150.000 sampai dengan Rp200.000, kini menjadi Rp85.000. Penurunan ini dilakukan untuk memudahkan para pengguna jasa penerbangan yang akan melakukan perjalanan udara.

"Untuk biaya rapid test di YIA sekarang sudah turun jadi Rp85.000. Sementara untuk pengguna jasa penerbangan Lion Grub dipatok sebesar Rp95.000," kata Airport Operation and Service Senior Manager PT Angkasa Pura (AP) 1, Nyoman Noer Rohim, Kamis (17/9/2020).

BACA JUGA : Biaya Rapid Test di YIA Turun Jadi Rp85.000

Selain YIA, ada tujuh bandara di bawah pengelolaan AP1 yang juga menurunkan biaya rapid test jadi Rp85.000, yaitu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin  Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara Sentani Jayapura.

Direktur Utama AP 1, Faik Fahmi, mengatakan penurunan rapid test di bandara yang ada di bawah pengelolaan AP1 bertujuan untuk mengurangi beban biaya perjalanan udara bagi pengguna jasa penerbangan.

"Diharapkan langkah ini semakin memudahkan calon penumpang untuk melakukan perjalanan udara pada masa adaptasi kebiasaan baru," ucapnya.

BACA JUGA : Ini Hasil Rapid Test Acak di Pasar dan Mal di Kota Jogja 

Faik menjelaskan, layanan rapid test di bandara di bawah naungan AP1 telah disediakan sejak akhir Juli lalu. Test cepat ini masih menjadi salah satu syarat kelengkapan dokumen untuk melakukan perjalanan udara sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas No 9/ 2020 yang juga dirujuk oleh Kementerian Perhubungan.

Layanan rapid tets bekerja sama dengan berbagai klinik melalui kerja sama dengan salah satu anak perusahaan, Angkasa Pura Supports (APS). Pelaksanaan rapid rest ini menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Para petugas diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari face Shield, masker, sarung tangan, dan baju pelindung.

"Selain itu area layanan rapid test juga secara rutin dilakukan disinfeksi untuk memastikan kebersihannya," ujarnya.