Tidak Sesuai Rencana Awal, Relokasi Gedung SMPN 3 Saptosari Kehabisan Anggaran

Ilustrasi pembangunan - Pixabay
21 September 2020 14:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses relokasi dan pembangunan gedung SMPN 3 Saptosari tidak sesuai dengan perencanaan awal. Akibatnya, pembangunan belum kelar 100% karena kehabisan anggaran.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan SMPN 3 Saptosari direlokasi karena dampak Badai Cempaka akhir 2017 lalu. Akibat bencana ini, BPBD mendapatkan dana hibah sekitar Rp75 miliar, salah satunya untuk merelokasi sekolah yang sempat terendam air saat musim hujan. “Pembangunan gedung baru menelan anggaran sekitar Rp7 miliar,” kata Edy, Senin (21/9/2020).

BACA JUGA: Setelah PBNU, Kini PP Muhammadiyah Minta Pilkada 2020 Ditunda

Lokasi baru SMPN 3 Saptosari sempat dipindah karena pemilik lahan tidak mau melepaskan asetnya. Selanjutnya, lokasi baru harus dikepras karena berupa perbukitan. Hal inilah yang tidak masuk perkiraan. Awalnya pemkab hanya mengalokasikan anggaran pengeprasan sekitar Rp100 jutaan, namun membengkak dan menghabiskan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Kondisi ini pun berpengaruh terhadap pelaksanaan pembangunan karena anggaran tersedot untuk pengeprasan bukit. Akibat permasalahan ini, Edy mengakui harus membuat pembaharuan kontrak dengan rekanan sesuai dengan ketersediaan alokasi anggaran yang dimiliki. “Yang jelas sesuai dengan kontrak terbaru, tapi memang pembangunan tidak selesai sepenuhnya karena disesuaikan dengan anggaran yang masih tersisa,” katanya.

Dia mengungkapkan, gedung utama tempat pembelajaran serta ruang guru sudah terbangun. Namun, laboratorium dan ruang komputer belum bisa dibangun karena anggaran sudah habis membangun gedung utama. “Bentuknya bertingkat, tapi ada di lantai dua yang belum dibangun,” katanya.

BACA JUGA: Selain Lewat Arisan RT, Corona Kulonprogo Diduga Menyebar di Pasar di Kokap & Temon

Edy memastikan pembangunan akan selesai tepat waktu di akhir September. Setelah pembangunan selesai akan langsung diserahkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. “Sesuai kontrak memang hanya 80% dari keseluruhan gedung. Untuk kelanjutan pembangunan nanti kami serahkan ke disdikpora,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S., mengatakan permasalahan relokasi SMP Negeri 3 Saptosari diketahui seusai rapat koordinasi dengan BPBD. Ia pun menyanyangkan ketidakakuratan dalam perencanaan membuat pembangunan tidak bisa selesai 100%. “Harusnya bisa diantisipasi, tapi faktanya ada yang tidak diperhitungan sehingga berpengaruh terhadap pembangunan. Sebab, ada anggaran Rp1,5 miliar untuk bangunan, tapi digunakan mengepras bukit sehingga tidak rampung pembangunannya,” katanya.