Didesak Kader, 14 Eks PAC Golkar Menyeberang Ke DWS-ACH

Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya-Raden Agus Choliq (DWS-ACH). - Ist.
02 Oktober 2020 18:27 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Empat belas mantan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Golkar Kabupaten Sleman yang menamakan dirinya Komando Beringin Militan (KBM) mengalihkan dukungan Pasangan Calon Bupati/ Wakil Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya-Raden Agus Choliq (DWS-ACH) pada kontestasi Pilkada 2020 mendatang.

Dukungan tersebut dinyatakan langsung kepada pasangan DWS-ACH pada deklarasi yang dilakukan di Museum Gunung Merapi, di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Kamis (1/10/2020).

"Situasi politik di Golkar (Sleman) yang sudah tidak kondusif menyebabkan banyaknya masukan-masukan dari kader di bawah yang tidak sampai," kata juru bicara KBM Dian Wijaya Sugiharto.

Menurut Dian, Sleman memiliki kompleksitas yang tinggi karena memiliki persoalan wilayah yang tidak sederhana. Kader Golkar meyakini, visi dan misi dari ketiga pasangan calon kepala daerah adalah cerminan kesiapan mereka dalam mengurai masalah dan mencari formulasi memajukan Sleman.

Setelah melalui proses diskusi panjang, para mantan pengurus partai di tingkat kecamatan itu bulat kata sepakat mengalihkan dukungan ke pasangan DWS-ACH yang diusung Gerindra, PKB dan PPP itu.

"Dari hasil dialog kami sepakat, DWS-ACH satu visi dengan kami. Harapannya Mas Danang dan Mas Agus bisa menjadi Sleman satu dan Sleman dua," kata Dian.

Dian menambahkan, ke empatbelas mantan PAC yang menyeberang berasal dari Kecamatan Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Turi, Ngaglik, Sleman, Tempel, Gamping, Mlati, Seyegan, Moyudan, Godean, Minggir, dan Kalasan.

"Ada tiga PAC yang tidak bergabung dengan kami, yakni (PAC) Depok, Berbah, Prambanan," tandas mantan Ketua PAC Partai Golkar Kecamatan Pakem tersebut.

Selain para mantan ketua, deklarasi itu juga dihadiri oleh 14 mantan sekretaris yang menyatakan dukungan serupa. Secara bergantian, mereka mengikrarkan tekad untuk membantu pemenangan Paslon Nomor Urut 1 yang diusung Koalisi Gerbang Persatuan dari Partai Gerindra, PKB dan PPP itu.

Dalam kemempatan tersebut, DWS menyatakan menerima dukungan dari mantan petinggi dan kader Golkar tersebut. Meskipun mengaku tidak menyangka para kader itu menyeberang, DWS mengaku semakin mantab dan optimistis akan unggul dalam perolehan suara.

"Sebagai paslon, saya harus menerima segala macam bentuk dukungan dari manapun asalnya. Ini membuktikan visi dan misi saya dipandang lebih baik dan feasible bagi mereka yang memutuskan memberikan dukungan," kata DWS.

Sebagai catatan, Partai Golkar dengan kekuatan 5 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sleman mengusung pasangan calon Sri Muslimatun-Amin Purnomo dalam pilkada ini. Pasangan yang mendapat nomor urut 2 ini didukung oleh PKS dan Partai Nasdem dalam koalisinya.