Rayakan Hari Batik, Dinas Pariwisata DIY Gelar Fashion Show di Tebing Breksi

Gelaran Fashion Show Batik dan Masker serta Launching Instagram Online Shop Dekranasda DIY dalam acara Batik Jogja Goes To International Creative Economic Year 2021 di Tebing Breksi, Jumat (2/10/2020).-Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi
02 Oktober 2020 18:57 WIB Salsabila Annisa Azmi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Dinas Pariwisata DIY bekerjasama dengan Dekranasda DIY menggelar Fashion Show Bertema Masker dan Alam dalam acara Batik Jogja Goes To International Creative Economic Year 2021. Acara ini dilanjutkan dengan launching instagram online shop resmi Dekranasda DIY.

Dalam acara yang digelar pada Jumat (2/10/2020) di Tebing Breksi ini ditampilkan berbagai koleksi busana batik casual bergaya simpel dan elegan karya para desainer anggota Dekranasda DIY. Salah satu rancangan busana yang dipamerkan dalam acara ini adalah karya desainer Lia Mustafa.

"Fashion show batik kali ini bertema Masker dan Alam. Busana batik rancangan anggota Dekranasda dipadukan dengan masker fesyen. Harapannya rancangan-rancangan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk disiplin menggunakan masker," kata Lia.

BACA JUGA: Disebut Sejalan dengan Pusat Soal Covid-19, Moeldoko Puji Jogja karena Micro Lockdown

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan acara yang digelar pada Jumat (2/10/2020) di Tebing Breksi ini tak sekadar bertujuan untuk mengekspresikan diri melalui aneka busana batik. "Acara ini juga merupakan cara untuk menghayati proses penciptaan batik. Mulai dari proses para pengrajin batik, sampai saat para model berekspresi menggunakan busana batik," kata Singgih.

Fashion Show bertajuk Masker dan Alam ini juga menampilkan peragaan busana dari para public figure dan pejabat pemerintahan. Beberapa diantaranya adalah GKBRAA Paku Alam, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta, dan Wakil Ketua Dekranasda DIY M Tazbir.

Ketua Dekranasda DIY GKR Hemas melalui sambutannya yang diwakili oleh GKBRAA Paku Alam mengatakan pada masa krisis ekonomi akibat pandemi, para pelaku usaha batik terkena dampak produksi yang lesu. Padahal saat ini pasar global makin terbuka untuk busana batik.

"Oleh karena itu Dekranasda DIY berpartisipasi dalam masalah pemasaran ini, yaitu dengan launching instagram online shop Dekranasda DIY. Langkah ini diambil untuk meringankan beban para pengrajin batik DIY di tengah pandemi," kata GKR Hemas.

GKR Hemas mengatakan pada tahap awal ada 12 pengrajin batik yang bergabung dalam online shop tersebut. Jumlah pengrajin akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. "Kami juga bekerjasama dengan UMKM di DIY untuk program bebas ongkir radius 3 kilometer," kata GKR Hemas.