Rentan Corona, PKL Lansia di Malioboro Diistirahatkan

Ilustrasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
05 Oktober 2020 17:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Berbagai strategi pencegahan penyebaran Covid-19 di Malioboro terus diterapkan. Setelah pemberlakuan zonasi, penerapan kode QR hingga pemisahan alur pejalan pedestrian, pedagang lansia pun diistirahatkan.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto menyebutkan bahwa pihaknya telah mengimbau kepada masing-masing komunitas untuk meminta pedagang lansia untuk sementara tidak berjualan. Bahkan Ekwanto mengklaim, imbauan tersebut tidak diberikan ssatu dua kali, tapi beberapa kali dan juga melalui forum-forum kecil. "Melalui forum-forum kecil kalau ada yang sepuh nyuwun sewu untuk diedukasi jangan di Malioboro dulu, karena rentan penularan Covid," terang Ekwanto Senin (5/10/2020).

Selain itu Ekwanto berpendapat jika para lansia mungkin memiliki imun yang lebih rendah dari yang muda. "Rawan terhadap OTG yang kelihatan enggak sakit tapi carier, kami khawatirkan di situ, jadi lansia melalui komunitas masing-masing dari sekup untukmemberikan pengertian, tidak semata-mata melarang," tandasnya.

BACA JUGA: Pusat Studi Pancasila UGM Usulkan Sejarah G30S Ditulis Ulang, Ini Alasannya

Meski sebenarnya telah diimbaukan sejak kembali lama, diakui Ekwanto tingkat kesadaran PKL lansia meningkat pasca adanya satu PKL Malioboro yang notabenenya lansia meninggal dunia. "Kalau beberapa waktu yang lalu sebelum ada yang meninggal banyak banget itu yang sepuh-sepuh, sekarang sudah berkurang banyak," ujarnya.

"Usia 50-60 tahun sudah kita imbau untuk tinggal di rumah, yang di Malioboro mungkin bisa keluarganya, anaknya dan sebagainya," tambah Ekwanto. Menurut catatan Ekwanto, persentase PKL lansia tidak banyak sekitar 10 persen dari total 2500 PKL Malioboro. "Penjual-penjual yang senior itu biasanya," imbuhnya.