Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Eni Endrawati, warga Beran Lor, Tridadi, Sleman, menunjukkan kartu JKN-KIS miliknya, Kamis (8/10/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Eni Endrawati, warga Beran Lor, Tridadi, Sleman, merasa bersyukur bisa menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Pintar (JKN-KIS) tahun ini. Kartu tersebut ia terima saat dia hamil anak ketiganya di awal tahun ini.
Eni pun menyiapkan segalanya untuk kehamilan tersebut. Hanya saja, kebahagiaan itu hanya sebentar. Menginjak kehamilan bulan ketiga, ia mendapatkan laporan pertumbuhan janin kurang baik. Dokter kandungan menyarankan agar Eni melakukan kuretase.
Ini bukan kali pertama Eni melakukan kuretase. Beberapa tahun lalu saat kehamilan anak pertamanya, kasus yang sama juga dialaminya. Bedanya, saat itu ia belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ia pun harus membayar secara mandiri seluruh biaya kuretase.
Seusai kuretase pertama, beberapa bulan kemudian Eni kembali hamil. Alhamdulillah, anak yang diharapkan lahir dengan selamat dan saat ini tumbuh besar. Kondisi berbeda dialami saat dia mengandung anak ketiganya. "Untuk kehamilan anak ketiga saya kuretase lagi karena janin tidak berkembang. Pada 20 April saya melakukan kuretase," cerita Eni kepada Harian Jogja, Kamis (8/10/2020).
Beruntung, Eni sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sehingga saat melakukan kuret kali kedua ia tidak lagi memikirkan masalah biaya yang harus dikeluarkan. "Kalau dulu sebelum mendapat kartu BPJS Kesehatan KIS saya bayar sekitar Rp900.000. Kemarin kalau tidak salah sekitar Rp1,5 juta, tapi ya dibayari oleh BPJS," katanya.
Eni bercerita, selama proses menjalani kuret hingga pasca operasi pelayanan yang dia peroleh cukup baik. Baik perawat maupun dokter yang menanganinya juga dinilai komunikatif. "Layanan bagus, mulai saat minta rujukan di Puskesmas, saat operasi hingga menginap selama tiga hari rawat inap. Saya dilayani dengan baik," katanya.
Bahkan saat melakukan kontrol, ia mengaku masih tidak menemui kendala dan tanpa biaya sepeser pun. Dia berharap kualitas pelayanan BPJS Kesehatan bisa terus meningkat dan bermanfaat bagi masyarakat. "Pelayanannya mudah semuanya. Itu yang saya rasakan selama kehamilan hingga selesai proses kuretase. Sangat mudah dan tidak membebani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Ada lima periode long weekend pada 2027. Maret dan Mei menjadi bulan dengan rangkaian hari libur dan cuti bersama.
Serangan teror di kantor polisi Kota Kohat, Pakistan, menewaskan 21 orang termasuk 15 polisi dan melukai lebih dari 80 orang.
Kemensos memperluas akses pendidikan gratis bagi lebih dari 44.000 anak keluarga miskin melalui 182 sekolah dan DTSEN.
OJK menetapkan modal disetor minimal BMKS Rp1 triliun. POJK 16/2026 juga mengatur syarat izin, direksi, dan dewan komisaris.
Prabowo menegaskan ekonomi Indonesia harus berasas kekeluargaan dan pengelolaan kekayaan alam ditujukan untuk kemakmuran rakyat.