Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Tumi, salah seorang petani di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, memanen padi di lahannya untuk masa tanam ketiga./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul panen raya padi untuk masa tanam ketiga, Kamis (8/10). Produktivitas lebih baik dibandingkan dengan panen di masa tanam kedua.
Salah seorang petani di Dusun Gelaran I, Surono mengatakan, puas dengan hasil panen di masa tanam ketiga. Pasalnya, dilihat dari hasil lebih baik dibandingkan dengan masa tanam kedua.
Menurut dia, panen kali ini pada lebih berisi dan tumbuh dengan subur. Kondisi tersebut berbeda dengan pada saat panen kedua yang dilaksanakan beberapa bulan lalu karena padi banyak yang gabuk karena serangan hama wereng. “Ini lebih bagus dan hasilnya maksimal karena mayoritas padi banyak isinya,” katanya, Kamis kemarin.
Surono mengungkapkan setelah panen selesai dilaksanakan langsung akan mempersiapkan lahan untuk penanaman di musim hujan pertama. Ia mengakui di wilayah Gelaran dalam setahun bisa panen tiga kali. Masa panen ini tidak lepas adanya sumber air di Gua Pindul yang bisa dimanfaatkan untuk sarana pertanian.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Sari Bumi di Dusun Gelaran I, Supardi Winoto mengatakan hasil pengubinan yang dilakukan, panen kali ini bisa menghasilkan 6,6 ton per hektare. Menurut dia, hasil ini lebih baik dibandingkan dengan panen di masa tanam kedua. “Masa tanam kedua tidak sukses karena per hektarnya hanya mendapatkan 3,3 ton gabah,” katanya.
Supardi mengakui panen yang maksimal terjadi di masa tanam pertama. Hasil pengubinan, setiap hektarnya bisa panen mencapai 8,9 ton gabah. “Untuk saat ini memang kalah dengan panen pertama, tapi secara hasil lebih baik dibandingkan dengan panen yang kedua,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah menyempatkan diri untuk menghadiri panen raya ini. Ia pun mengapresiasi panen raya yang dilakukan karena pertanian masih menjadi sektor utama penopang perekonomian masyarakat. “Memang kita gencar mengembangkan sektor pariwisata, tapi dari PDRB ternyata sektor pertanian masih yang tertinggi,” kata Badingah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, meski masuk daerah kering, namun di beberapa lokasi petani bisa panen padi hingga tiga kali. Ia mencatat ada empat kapanewon, selain Karangmojo panen juga bisa dilihat di Semin, Patuk, dan Ponjong. “Total luasan lahan padi di masa tanam ketiga mencapai 1.000 hektare yang ada di empat adakapanewon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Janice Tjen absen di Asian Games 2026 karena bentrok dengan WTA 1000 Beijing. Simak alasan dan rekam jejaknya bersama Indonesia.
Timnas Indonesia dijadwalkan melawan Yordania di Amman pada 13 November dalam persiapan menuju Piala Asia 2027.
Veda Ega Pratama bangkit dari posisi ke-15 dan finis kelima di FP2 Moto3 San Marino 2026. Brian Uriarte menjadi yang tercepat.
Memetri Kaistimewan menandai 14 tahun UUK DIY dengan kegiatan budaya, edukasi, dan kolaborasi agar nilai keistimewaan dekat dengan masyarakat.
Jadwal bola malam ini 12-13 September 2026: Persija vs Persib, Liverpool vs Fulham, Arsenal, AC Milan, Real Madrid vs Rayo Vallecano.