Gunungkidul Ajukan Rp50 Miliar untuk Lanjutkan Jalan Kepek-Ngobaran
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
Tumi, salah seorang petani di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, memanen padi di lahannya untuk masa tanam ketiga./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di Dusun Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul panen raya padi untuk masa tanam ketiga, Kamis (8/10). Produktivitas lebih baik dibandingkan dengan panen di masa tanam kedua.
Salah seorang petani di Dusun Gelaran I, Surono mengatakan, puas dengan hasil panen di masa tanam ketiga. Pasalnya, dilihat dari hasil lebih baik dibandingkan dengan masa tanam kedua.
Menurut dia, panen kali ini pada lebih berisi dan tumbuh dengan subur. Kondisi tersebut berbeda dengan pada saat panen kedua yang dilaksanakan beberapa bulan lalu karena padi banyak yang gabuk karena serangan hama wereng. “Ini lebih bagus dan hasilnya maksimal karena mayoritas padi banyak isinya,” katanya, Kamis kemarin.
Surono mengungkapkan setelah panen selesai dilaksanakan langsung akan mempersiapkan lahan untuk penanaman di musim hujan pertama. Ia mengakui di wilayah Gelaran dalam setahun bisa panen tiga kali. Masa panen ini tidak lepas adanya sumber air di Gua Pindul yang bisa dimanfaatkan untuk sarana pertanian.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Sari Bumi di Dusun Gelaran I, Supardi Winoto mengatakan hasil pengubinan yang dilakukan, panen kali ini bisa menghasilkan 6,6 ton per hektare. Menurut dia, hasil ini lebih baik dibandingkan dengan panen di masa tanam kedua. “Masa tanam kedua tidak sukses karena per hektarnya hanya mendapatkan 3,3 ton gabah,” katanya.
Supardi mengakui panen yang maksimal terjadi di masa tanam pertama. Hasil pengubinan, setiap hektarnya bisa panen mencapai 8,9 ton gabah. “Untuk saat ini memang kalah dengan panen pertama, tapi secara hasil lebih baik dibandingkan dengan panen yang kedua,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah menyempatkan diri untuk menghadiri panen raya ini. Ia pun mengapresiasi panen raya yang dilakukan karena pertanian masih menjadi sektor utama penopang perekonomian masyarakat. “Memang kita gencar mengembangkan sektor pariwisata, tapi dari PDRB ternyata sektor pertanian masih yang tertinggi,” kata Badingah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, meski masuk daerah kering, namun di beberapa lokasi petani bisa panen padi hingga tiga kali. Ia mencatat ada empat kapanewon, selain Karangmojo panen juga bisa dilihat di Semin, Patuk, dan Ponjong. “Total luasan lahan padi di masa tanam ketiga mencapai 1.000 hektare yang ada di empat adakapanewon,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.
LPKA Kelas II Jogja memastikan seluruh anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Sebanyak tujuh anak juga menerima pengurangan masa pidana.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.