Satu Peserta Unjuk Rasa di Ricuh Malioboro Reaktif Rapid Test

Ilustrasi. - Freepik
09 Oktober 2020 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 95 orang peserta unjuk rasa yang melakukan aksinya di sejumlah titik yang ada di Malioboro ditangkap oleh polisi pada Kamis (8/10/2020) lalu. Dari 95 orang, satu orang dinyatakan reaktif setelah dilakukan pemeriksaan rapid rest.

Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Rico Sanjaya mengatakan jika upaya rapid rest dilakukan dalam rangka mendukung terciptanya protokol pencegahan penularan Covid-19. Di sisi lain, pihaknya berupaya memutus mata rantai penularan Covid-19 yang berpotensi muncul dari aksi unjuk rasa yang digelar di Malioboro pada Kamis (8/10/2020).

"Nah, setelah diamankan ke resta semua massa dilakukan rapid test dan satu dari 95 orang itu reaktif," ujar AKP Rico Sanjaya saat dikonfirmasi di Mapolresta Jogja, Jumat (9/10/2020).

Oleh karena itu, pihaknya langsung memulangkan satu orang peserta aksi unjuk rasa yang diketahui reaktif tersebut. Dengan harapan, segera melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Tidak hanya dilakukan rapid test, peserta aksi massa yang diketahui reaktif tersebut nantinya juga akan dilakukan tes usap.

BACA JUGA: 3 Orang yang Dipidana karena Rusuh di Malioboro Masih Anak-Anak

"Maka dari itu, kami memulangkan untuk melakukan isolasi mandiri dan ini juga informasi terakhir akan dilakukan swab untuk memastikannya. Untuk 94 orang itu non reaktif," sambung Rico.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyayangkan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di sekitar Malioboro pada Kamis (9/10/2020) lalu. Menurutnya, aksi yang berujung ricuh tersebut sangat tidak biasa terjadi di kota Jogja.

"Alis demonstrasi yang berujung ricuh seperti ini sangat sangat tidak seperti biasanya dilakukan di kota Jogja," ungkap Heroe.

Adapun, upaya rapid test sendiri baru menyasar buruh yang ingin melakukan audiensi kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Sedangkan, kepada peserta aksi yang melancarkan aksinya di gedung DPRD DIY maupun di sejumlah titik di Malioboro belum dilakukan upaya rapid test.

"Yang di Kepatihan itu kan mau ketemu Gubernur ya, makanya kita rapid test," imbuhnya.