Jadwal Piala Dunia 23 Juni 2026 dan Klasemen Lengkap Semua Grup
Jadwal Piala Dunia 23 Juni 2026 lengkap dengan klasemen sementara semua grup terbaru. Inggris, Argentina, dan Prancis bersaing ketat.
Keistimewaan DIY./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemda DIY dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan mengevaluasi penerapan UU.No.13/2012 terkait Keistimewaan DIY.
Sebab selama delapan tahun diterapkan banyak masukan terkait program dan kegiatan Dana Keistimewaan (Danais) yang dampaknya belum bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parwabudaya Kawedanan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi banyak masukan dan saran agar dilakukan evaluasi penerapan UU Keistimewaan DIY. "Terutama implementasi UU No.13/2012 itu belum sampai tingkat bawah, RT. Mungkin ada yang tahu tapi belum paham. Ini yang akan dievaluasi setelah delapan tahun UU ini disahkan," katanya, saat membuka Musyawarah Kabupaten Kadin Sleman, Sabtu (10/10/2020).
BACA JUGA: Berapa Persen Masker Bisa Tekan Penularan Covid-19?
Menurutnya UU Keistimewaan tidak hanya masalah Dana Keistimewaan (Danais), ataupun kelembagaan (kraton dan sebagainya). Padahal, katanya, banyak sekali yang harus diketahui oleh masyarakat bahwa keistimewaan Jogja itu ada pada diri sendiri dan masyarakat yang istimewa. "UU Keistimewaan tidak hanya urusan Pemda dan Kraton. Tetapi juga ada hubungannya antara Kraton, Kampus, Pemerintah, komunitas dan masyarakat. Semua harus bersinergi menjaga keistimewaan DIY," kata Mangkubumi.
Terpisah, Paniradyo Pati Paniradyo Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan jika evaluasi UU No.13/2012 erat kaitannya dengan program dan penggunaan Dana Keistimewaan. Salah satu hasil evaluasi yang dilakukan adalah adanya bantuan keuangan khusus (BKK) Danais ke masing-masing kalurahan.
"Kami akan melakukan BKK pada pemerintah kalurahan. Kalau untuk usulan BKK pada 2021 masih akan dibahas satu kali lagi oleh Kementrian setelah adanya pidato bapak presiden pada Agustus kemarin," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Piala Dunia 23 Juni 2026 lengkap dengan klasemen sementara semua grup terbaru. Inggris, Argentina, dan Prancis bersaing ketat.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Kamis 25 Juni 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan, dengan potensi kabut di sejumlah wilayah perbukitan.
PLTMH Kedungrong di Samigaluh membuat warga tetap menikmati listrik saat pemadaman PLN. Biaya murah dan mampu melayani 50 KK.
Kompor Tuwanggana di Giwangan mengubah limbah ranting menjadi energi alternatif sekaligus solusi pengelolaan sampah organik perkotaan.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.
Qatar resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina. Bosnia masih menjaga peluang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik.