Tiap Senin, DPPKB Jogja Beri Penghargaan kepada Pegawai Berprestasi

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jogja terus berupaya meningkatkan kinerja. Apresiasi kepada pegawai berprestasi, disiplin, dan inovatif diterapkan untuk menggenjot kinerja para pekerja.
12 Oktober 2020 16:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jogja terus berupaya meningkatkan kinerja. Apresiasi kepada pegawai berprestasi, disiplin, dan inovatif diterapkan untuk menggenjot kinerja para pekerja.

Pelaksana Tugas Kepala DPPKB Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menyebutkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2019 menjadi latar belakang penerapan sistem reward dan punishment di lingkungan DPPKB Kota Jogja karena ari hasil evaluasi SAKIP 2019, DPPKB Kota Jogja belum menindaklanjuti pemberian punishment dan reward kepada pegawainya.

"Sebagai bentuk aksi tindak lanjut, setiap sepekan sekali, di hari Senin kami akan memberikan reward kepada pegawai yang berprestasi atau melaksanakan kegiatan koridor yang bisa diduplikasi atau memberi contoh kepada teman-teman yang lain,” kata Totok. Senin (12/10/2020).

Sistem reward and punishment telah diterapkan sejak dua pekan lalu berdasarkan Surat Edaran (SE) Plt. Kepala Dinas DPPKB Kota Jogja yang terbit 1 Oktober 2020 lalu. Hingga saat ini, penghargaan telah diberikan dua kali.

Ia berharap perubahan baik tersebut menjadi perilaku atau habit dalam bekerja. "Awal-awal mereka terbebani, misal sulit berangkat pagi jadi kemrungsung," kata Totok.

Sementara itu, ada pula hukuman kepada pegawai yang melanggar peraturan kantor. "Target saya seperti itu, awalnya memang pasti pro kontra, yang pro memang harusnya begitu, yang kontra kok ini rasanya berlebihan ya," kata dia.

Penerapan sistem reward and punishment sebelumnya telah melalui tahap sosialisasi di tingkat internal.

Totok mengatakan reward maupun punishment diberikan oleh tim penilai, bukan Kepala Dinas DPPKB. "Ini sifatnya mendidik yakni piagam yang ditandatangani Kepala Dinas DPPKB Kota Jogja," imbuhnya.

Pada pekan lalu penghargaan diberikan kepada pegawai paling disiplin, sedangkan pekan ini ini diberikan kepada pegawai yang memiliki kinerja baik dalam pengumpulan data. “Kemarin kami memberikan penghargaan kepada pegawai paling disiplin pakaian, datangnya, apelnya, itu tergantung tim [aspek] apa yang diangkat, mungkin pekan depan depan pegawai terinovatif, sehingga di sini nanti akan timbul iklim kerja yang kompetitif tapi sehat," tandasnya.

Kepala Bidang PPDAK, DPPKB Kota Jogja, Baskara yang sekaligus tim penilai menambahkan program reward and punishment bertujuan khusus untuk memicu kinerja para pegawai lebih baik.  "Khususnya untuk data, karena data  Penyuluhan Keluarga Berencana (PKB) sering terlambat, tujuannya ke depan tidak ada koreksi atau evaluasi di BKKBN DIY, data-data itu sangat penting, bagus dan hangat sehingga tidak terlambat," tuturnya.

Baskara mengatakan tim penilai tengah memantau kedispilinan jam berangkat dan pulang pegawai, atribut dan lebih penting Tentang kinerja.

Penghargaan pekan ini diberikan kepada PKB Kecamatan Ngampilan, Etin Murni Triyastuti. Perempuan paruh baya ini dipilih lantaran kecepatannya dalam melakukan entri data dan update data R-1 DPPKB secata lengkap dan tepat waktu. Etin menjelaskan pencapaiannya ini tidak lepas dari Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dan para kader KB.

Data yang dikumpulkan tidak sederhana. Etin harus mengumpulkan data dari RT ke RW lalu ke kelurahan lalu mengentri data tersebut.

“Isinya data KB dan perkembangannya, kemudian dari mitra kerja kami, baik puskesmas maupun klinik,” kata dia.

 

PKB Kecamatan Ngampilan, Etin, mendapatkan penghargaan dari Plt. Kepala DPPKB Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto, atas ketetapannya dalam mengumpulkan data R-1./Harian Jogja-Catur Dwi Janati