Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul membolehkan sekolah membuka konsultasi pembelajaran tatap muka bagi siswa yang sulit memahami pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau online. Namun konsultasi pembelajaran tatap muka tersebut sifatnya terbatas dan hanya untuk pelajaran sains seperti matematika, kimia, dan fisika.
Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko, mengatakan konsultasi pembelajaran tatap muka juga dibatasi, maksimal dua jam dan dibuat dalam kelompok kecil maksimal 8-10 orang. Sekolah juga harus tetap memperketat protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,
BACA JUGA: Mengaku Belum Kalah, Mahasiswa Terus Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
“Sudah kami mulai sejak Oktober ini,” kata Isdarmoko, saat ditemui di sela-sela peluncuran gerakan bermasker di Pasar Pundong, Senin (12/10/2020).
Isdarmoko menegaskan konsultasi pembelajaran tatap muka itu tidak sama dengan belajar tatap muka pada umumnya, melainkan hanya konsultasi bagi siswa yang tidak memahami saat belajar secara daring akibat beberapa hal misalnya kendala jaringan internet dan sebagainya.
Selain membolehkan konsultasi pembelajaran tatap muka terbatas, Disdikpora Bantul juga mengeluarkan inovasi, yakni guru mendatangi rumah siswa. Gerakan guru menyambagi rumah-rumah siswa, kata Isdarmoko sudah lama dimulai.
“Program guru kunjungi siswa itu kita gerakan, kita gencarkan, kemudian sekolah-sekolah sudah merespon yang kemudina guru-guru datang ke rumah orang tua,” ujar Isdarmoko.
BACA JUGA: Mantan Pasien Covid-19 ini Terus Rasakan Detak Jantung Kencang
Mantan Kepala SMA 2 Bantul ini menyatakan Disdikpora Bantul belum berani membuka pembelajaran tatap muka secara keseluruhan karena kasus Coronavirus Disease (Covid-19) di Bantul masih cukup tinggi.
Sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebduayaan, kata dia, pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan bagi daerah atau kabupaten dan kota yang masuk zona hijau dan kuning. Sementara Bantul masih masuk kategori zona oranye atau zona risiko sedang seperti yang diunggah di laman corona.bantulkab.go.id.
Namun jika zonasi dibagi per kecamatan, ada enam kecamatan yang masuk zona oranye, yakni Kecamatan Bantul, Pajangan, Kretek, Sewon, Kasihan, dan Banguntapan. sementara sisanya masuk zona kuning per 12 Oktober 2020 ini.
Isdarmoko mengatakan zona hujau dan kuning yang boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka adalah zona hijau dan kuning se-kabupaten, bukan kecamaan, apalagi desa. “Sampai saat ini komitmen masih melakukan pembelajaran jarak jauh,” ujar Isdarmoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.