Selasa Pagi, Merapi Alami Gempa Guguran 3 Kali

Gunung Merapi. - @Twitter/BPPTKG.
13 Oktober 2020 10:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis hasil laporan aktivitas Merapi yang terjadi Selasa 913/10/2020) sejak pukul 00.000 WIB hingga 06.00 WIB. Tercatat ada tiga kali gempa guguran dalam periode pengamatan dinihari tadi.

Dalam rilis melalui pesan Whatsapp yang diterima Harianjogja.com, secara meteorologi kondisi Merapi dengan cuaca berawan, angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 15-19.7 °C, kelembaban udara 69-89 %, dan tekanan udara 626.55-687.7 mmHg. Adapun visual menunjukkan Gunung berkabut 0-I hingga kabut 0-II dan asap kawah tidak teramati.

BACA JUGA : Dua Hari, Enam Kali Gempa Guguran Terjadi di Gunung Merapi

Aktivitas kegempaan, untuk gempa guguran terjadi sebanyak tiga kali dengan amplitudo 4-22 mm dan durasi 13.44 hingga 40.4 detik. Kegempaan fase banyak tercatat delapan kali dengan amplitudo antara 2 mm hingga 5 mm dan durasi 5.88 sampai 8.8 detik)

Kemudian gempa vulkanik Dangkal terjadi satu kali dengan amplitudo 50 mm dan durasi 25.44 detik. Gempa tektonik lokal juga terjadi sekali begitu juga dengan gempa tektonik jauh terjadi satu kali. Hingga saat ini tingkatan aktivitas Merapi masih pada level II atau waspada.

BPPTKG merekomendasikan potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Area dalam radius 3 km dari puncak Merapi agar tidak ada aktivitas manusia.

BACA JUGA : Selama 6 Jam, Gunung Merapi Alami 5 Kali Gempa Guguran

Selain itu masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awanpanas maupun letusan eksplosif. Serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi.

Pada Senin (12/10/2020) kemarin Merapi mengalami gempa guguran sebanyak empat kali sejak pengamatan 00.00 WIB hingga 24.00 WIB. Gempa vulkanik dangkal sembilan kali dan gempa embusan sebanyak dua kali dan gempa fase banyak sebanyak 46 kali.