Sempat Diisolasi, Peserta Demo di Jogja yang Reaktif RDT Dinyatakan Negatif Covid-19

Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Rico Sanjaya (tengah) saat rilis di Mapolresta Jogja terkait dengan aksi unjuk rasa ricuh yang dilakukan oleh massa penolak Omnibus Law Cipta Kerja, Jumat (9/10 - 2020)./Harian Jogja / Hafit Yudi Suprobo
13 Oktober 2020 16:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Satu peserta aksi unjuk rasa yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) pada Kamis (8/10/2020) dinyatakan bebas Covid-19. Hasil swab dari peserta aksi yang sempat dicokok jajaran Polresta Jogja tersebut hasilnya negatif. Swab test dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara Jogja.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika peserta aksi yang sempat ditangkap polisi tersebut sebelumnya melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman. Pasalnya, hasil rapid test yang dilakukan terhadap dirinya dinyatakan reaktif.

"Setelah dilakukan swab hasilnya dinyatakan negatif. Peserta aksi sudah dipulangkan ke rumahnya," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi pada Selasa (13/10/2020).

Baca juga: 91 Orang yang Ditangkap karena Ricuh Demo di Malioboro Dibebaskan Polisi

Adapun, mengenai detail kapan swab test dilakukan terhadap peserta aksi sendiri, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro tidak bisa memberikan informasi tersebut.

"Coba cek ke RS Bhayangkara, tadi Karumkit yang lapor ke Polda DIY," imbuh Purwadi.

Dikonfirmasi terpisah, Karumkit RS Bhayangkara Kompol dr. Theresia Lindawati mengatakan jika hasil swab test yang dilakukan oleh peserta aksi unjuk rasa yang terpaksa harus diamankan oleh polisi tersebut baru keluar pada Senin (12/10/2020).

"Swab test nya sendiri dilakukan pada Sabtu (10/10/2020). Swab test dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara," sambung Kompol dr. Theresia Lindawati.

Baca juga: Kontak dengan Demonstran Saat Demo di Malioboro, 3 Polisi Jalani Rapid Test

Theresia menambahkan jika satu peserta aksi unjuk rasa yang dinyatakan bebas Covid-19 tersebut sudah dipulangkan pada hari Selasa (13/10/2020).

"Untuk yang sudah dilakukan swab test dan dinyatakan negatif sudah dipulangkan pada hari ini Selasa (13/10/2020)," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga polisi yang diketahui sempat melakukan kontak dengan satu dari 95 peserta aksi unjuk rasa di Malioboro pada Kamis (8/10/2020) yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test turut dilakukan pemeriksaan. Tiga polisi anggota Polresta Jogja tersebut telah melalui rapid test.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika ketiga anggota yang sempat mengamankan satu peserta aksi unjuk rasa yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test tersebut juga ikut dicek kesehatannya.

"Tiga anggota yang mengamankan satu pengunjuk rasa yang diketahui reaktif juga ikut dilakukan rapid test terhadap ketiganya. Hasilnya non reaktif. Ketiganya merupakan anggota Sabhara," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro.

Satu peserta aksi unjuk rasa yang kemudian diketahui reaktif setelah dilakukan rapid test terhadap dirinya tersebut merupakan warga Sleman, DIY. Peserta aksi demo tersebut saat ini sudah melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman, DIY.

"Yang bersangkutan adalah pelajar dan merupakan warga Sleman. Saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara. Masih menunggu hasil swab," sambung Purwadi.

Sebelum melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan di Malioboro pada Kamis (8/10/2020) lalu, Purwadi menegaskan jika ia sudah mengimbau anggotanya agar senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Upaya tersebut agar tidak terjadi klaster saat unjuk rasa yang digelar oleh massa penolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Kamis (8/10/2020) lalu.

"Anggota kita sudah paham prosedurnya bagaimana menjaga protokol pencegahan penularan Covid-19 saat melaksanakan tanggungjawabnya," pungkas Purwadi.