Sosialisasi Bijak Bersosialmedia, Ajak Warga Cegah Covid-19

Kepala Diskominfo DIY, Rony Primanto Hari; Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana; Anggota Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto; dalam Sosialisasi Jogja Bijak bersosialmedia, di Ingkung Grobog, Selasa (13/10).-Harian Jogja - Lugas Subarkah
13 Oktober 2020 17:32 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat memiliki peran penting dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Untuk mengedukasi dan memaksimalkan peran masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY menggelar Sosialisasi Jogja Bijak Bersosialmedia.

Kegiatan ini melibatkan Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dengan tujuan dapat mengedukasi lingkungannya untuk bijak menggunakan media sosial, tidak mudah termakan hoaks dan turut berkontribusi dalam sosialisasi protokol kesehatan.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari menjelaskan teknologi informasi (TI) sudah tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Terlebih di masa pandemi Covid-19, TI dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam beraktivitas dengan tetap menjaga jarak.

“Dulu mungkin tidak pernah orang bicara pakai panggilan video. Sekarang lebih nyaman sehingga selalu cari sinyal. Sekarang TI jadi kebutuhan tak terhindarkan sehingga kami [Diskominfo] mengembangkan berbagai aplikasi, di antaranya Jogja Istimewa dan Jogja Pass,” ujarnya dalam Sosialisasi Jogja Bijak Bersosialmedia di Ingkung Grobog, Muja Muju, Selasa (13/10/2020).

Jogja Pass merupakan aplikasi yang dikembangkan Diskominfo DIY sebagai identitas digital masyarakat saat mengunjungi tempat umum. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur diantaranya skrining mandiri dan QR code yang praktis digunakan sebagai identitas digital untuk memudahkan upaya tracing di tempat umum.

“Di DKI Jakarta sudah diwajibkan tempat publik mendata pengunjung. Sebenarnya kita lebih dulu. Hanya saja mungkin implementasinya belum massif. Di DKI penambahan pasiennya cepat sehingga mereka merasa sangat perlu,” ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana mengatakan dalam mencegah dan mengatasi bencana pandemi Covid-19, tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri tanpa partisipasi masyarakat. BPBD DIY telah membentuk Katana untuk penanggulangan bencana di tingkat kelurahan, termasuk bencana nonalam Covid-19.

Katana diharapkan dapat menjadi penggerak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menerapkan protokol kesehatan. “Semakin besar partisipasi masyarakat akan semakin besar tingkat kesuksesan dalam pencegahan dan penanganan bencana,” ungkapnya.

Anggota Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan pandemi Covid-19 membuat pihaknya mengevaluasi sistem penangagulanngan bencana. “Beda dengan gempa. Kedaruratan bareng sama recovery ekonomi. Kita sedang diskusi agar ada bab yang mengatur bencana nonalam,” kata dia.

Ia berpesan kepada Katana sebagai tokoh mari berikan informasi yang benar dan akurat terkait kebencanaan khususnya Covid-19. Dengan informasi yang akurat ini, harapannya tidak ada kepanikan di tengah masyarakat.