Pernyataan Londo Ireng, Persma Se-DIY Desak Presiden Minta Maaf
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Bioskop di Kota Jogja hingga saat ini belum ada yang beroperasi. Protokol kesehatan di dalam bioskop dinilai harus ketat untuk cegah penularan.
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan bioskop merupakan tempat yang sangat rawan di masa pandemi karena ruangan yang kecil sedangkan jumlah orang di dalamnya banyak. Namun pihaknya tidak pernah mengizinkan atau tidak mengizinkan bioskop untuk beroperasi.
"Untuk bioskop istilahnya kita bukan mengizinkan atau tidak mengizinkan, tetapi di masa pandemi seperti saat ini, setiap kegiatan harus bisa memenuhi protokol kesehatan yang baik," tuturnya pada Selasa (13/10/2020).
Baca Juga: 2 Pemuda Pemalsu Surat Hasil Rapid Dicokok Polisi, Begini Modusnya...
Heroe menilai keselamatan warga menjadi prioritas utama saat ini. Pihaknya juga mengatakan bahwa selama ini tidak pernah menutup operasional bioskop. "Utamakan keselamatan warga secara maksimal, buat protokol kesehatan secara maksimal, sebab kita juga tidak pernah menutup bioskop," tegasnya.
"Sebab bagi Pemkot Jogja kan tidak pernah menutup bioskop, kalau Jakarta mereka menutup bioskop, kita kan hanya meminta pengumpulan kerumunan dibatasi jumlahnya. Bioskop yang sangat rawan sebab ruangannya kecil tapi orangnya banyak, tanpa protokol kesehatan maksimal utnuk melindungi warga akan sulit," tukas Heroe.
Lebih lanjut Heroe menerangkan jika saat ini pihaknya belum pernah menerima permohonan verifikasi dari usaha hiburan bioskop. Selain itu pihaknya juga mengatakan bahwa belum tentu bioskop akan mendapatkan verifikasi. Pasalnya persyaratannya jauh lebih rumit. "Jika kita semua meragukan keamanannya, tentu tidak keluar juga untuk buka," tambahnya.
Baca Juga: Maksimalkan Peran Masyarakat dalam Mencegah Covid-19 Lewat Sosial Media
Heroe berpendapat selama masa pandemi seperti sekarang, masih banyak masyarakat yang belum ingin pergi ke bioskop. Terlebih menurut Heroe masih banyak penonton bioskop yang belum kembali ke Jogja. "Jadi posisinya bukan ingin membuka atau menutup, tapi yang tidak jalankan protokol kesehatan maksimal dan tidak maksimal lindungi masyarakat tentu tidak direkomendasikan untuk membuka aktivitasnya termasuk bioskop," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kota Jogja, Edi Sugiharto mengakui beberapa pelaku subsektor usaha hiburan seperti bioskop banyak mempertanyakan terkait operasional pasca Pemkot Bandung memperbolehkan bioskop beroperasi. Namun Edi secara tegas mengatakan untuk jenis usaha di ruang tertutup masih butuh pembinaan khusus terkait teknis karena cukup berisiko di masa pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koalisi Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta mendesak Presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataan "Londo Ireng" yang dinilai menstigma jurnalis.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.