Polda DIY Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan
Polda DIY menyelidiki dugaan malapraktik RSUD Prambanan. Lima saksi diperiksa termasuk tenaga medis dan keluarga korban.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Bioskop di Kota Jogja hingga saat ini belum ada yang beroperasi. Protokol kesehatan di dalam bioskop dinilai harus ketat untuk cegah penularan.
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan bioskop merupakan tempat yang sangat rawan di masa pandemi karena ruangan yang kecil sedangkan jumlah orang di dalamnya banyak. Namun pihaknya tidak pernah mengizinkan atau tidak mengizinkan bioskop untuk beroperasi.
"Untuk bioskop istilahnya kita bukan mengizinkan atau tidak mengizinkan, tetapi di masa pandemi seperti saat ini, setiap kegiatan harus bisa memenuhi protokol kesehatan yang baik," tuturnya pada Selasa (13/10/2020).
Baca Juga: 2 Pemuda Pemalsu Surat Hasil Rapid Dicokok Polisi, Begini Modusnya...
Heroe menilai keselamatan warga menjadi prioritas utama saat ini. Pihaknya juga mengatakan bahwa selama ini tidak pernah menutup operasional bioskop. "Utamakan keselamatan warga secara maksimal, buat protokol kesehatan secara maksimal, sebab kita juga tidak pernah menutup bioskop," tegasnya.
"Sebab bagi Pemkot Jogja kan tidak pernah menutup bioskop, kalau Jakarta mereka menutup bioskop, kita kan hanya meminta pengumpulan kerumunan dibatasi jumlahnya. Bioskop yang sangat rawan sebab ruangannya kecil tapi orangnya banyak, tanpa protokol kesehatan maksimal utnuk melindungi warga akan sulit," tukas Heroe.
Lebih lanjut Heroe menerangkan jika saat ini pihaknya belum pernah menerima permohonan verifikasi dari usaha hiburan bioskop. Selain itu pihaknya juga mengatakan bahwa belum tentu bioskop akan mendapatkan verifikasi. Pasalnya persyaratannya jauh lebih rumit. "Jika kita semua meragukan keamanannya, tentu tidak keluar juga untuk buka," tambahnya.
Baca Juga: Maksimalkan Peran Masyarakat dalam Mencegah Covid-19 Lewat Sosial Media
Heroe berpendapat selama masa pandemi seperti sekarang, masih banyak masyarakat yang belum ingin pergi ke bioskop. Terlebih menurut Heroe masih banyak penonton bioskop yang belum kembali ke Jogja. "Jadi posisinya bukan ingin membuka atau menutup, tapi yang tidak jalankan protokol kesehatan maksimal dan tidak maksimal lindungi masyarakat tentu tidak direkomendasikan untuk membuka aktivitasnya termasuk bioskop," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Atraksi Wisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Kota Jogja, Edi Sugiharto mengakui beberapa pelaku subsektor usaha hiburan seperti bioskop banyak mempertanyakan terkait operasional pasca Pemkot Bandung memperbolehkan bioskop beroperasi. Namun Edi secara tegas mengatakan untuk jenis usaha di ruang tertutup masih butuh pembinaan khusus terkait teknis karena cukup berisiko di masa pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menyelidiki dugaan malapraktik RSUD Prambanan. Lima saksi diperiksa termasuk tenaga medis dan keluarga korban.
Sphephelo Sithole jadi pemain pertama kena kartu merah di Piala Dunia 2026. Pelanggaran DOGSO di menit 49 vs Meksiko. Suspensi otomatis.
10 tanda bos toxic: suka micromanaging, tidak punya empati, target tidak realistis, gemar cari kambing hitam. Simak dampak dan cara mengatasinya.
Motor turun mesin bisa menyebabkan biaya perbaikan jutaan rupiah. Kenali 7 penyebab utamanya dan cara sederhana mencegah kerusakan mesin sejak dini.
Rupiah stagnan di Rp17.975 per dolar AS, harga kebutuhan pokok masih tinggi. Tekanan impor dan BBM non-subsidi memengaruhi daya beli masyarakat.
IHSG naik 74 poin (1,26%) ke 5.960, LQ45 naik 1,70% ke 596 di awal perdagangan Jumat. Aksi beli masif warnai bursa.