Jalur Kereta Bandara YIA Ditargetkan Rampung Juli 2021

Kegiatan doa bersama yang digelar oleh warga terdampak di Rusus Kaligintung, Kapanewon Temon, Selasa (13/10/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
14 Oktober 2020 14:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pembangunan jalur kereta api sebagai akses dari dan menuju bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, ditargetkan rampung pada Juli 2021 mendatang.

"Target kita Juli 2021 itu sudah selesai semuanya, mudah-mudahan malah bisa lebih cepat lagi," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah, Nur Setiawan Sidik, kepada awak media Rabu (14/10/2020).

Sidik menjelaskan progres pembangunan jalur kereta api tersebut pada pekan lalu sudah mencapai 51%. Pihaknya kini sedang berfokus pada pembangunan konstruksi struktur elevated dan pemasangan pilar serta pondasi rel.

"Untuk pemasangan rel kemungkinan bisa dilakukan awal tahun depan, prosesnya cepet kok apalagi cuma 5 Km, beda dengan pondasi yang membutuhkan waktu lebih lama karena harus menunggu lahannya dikeringkan dulu," terangnya.

Menyoal pembebasan lahan, Sidik menyebut progresnya sudah mencapai 90%. Dijelaskan, dari total 560 bidang lahan terdampak di Kalurahan Kaligintung, Kalidengen dan Glagah, Temon, kekinian tinggal menyisakan 26 bidang, yang merupakan tanah kas desa.

"Saat ini tinggal mengurus proses administrasinya aja, kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa dituntaskan," ujarnya.

Sementara itu warga terdampak pembangunan rel bandara kini menempati rumah khusus yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Dusun Siwates, Kaligintung Temon.

"Ada 10 kepala keluarga yang merupakan warga terdampak pembangunan rel bandara ditempatkan sementara di sana [Rusus], sembari menunggu pembangunan rumah baru bagi mereka rampung," kata
Pelaksana Lurah Kaligintung, Prayoga.

Dia mengatakan ke 10 KK itu diizinkan oleh pemerintah kabupaten Kulonprogo selaku pengelola rusus untuk menghuni di sana selama enam bulan. Mereka tinggal berdampingan dengan warga terdampak pembangunan YIA, yang terlebih dulu menetap.

Sebelum menempati rusus tersebut warga telah menggelar tahlil dan doa bersama di Rusus Kaligintung, pada Selasa (13/10/2020) malam. Doa bersama ini juga diikuti dari Balai Perkeretaapian, perwakilan pelaksana pekerjaan dan warga sekitar. "Harapannya mereka bisa nyaman untuk tinggal sementara sambil menunggu proses pembangunan rumah mereka," ucap Prayoga.