Rekanan Pembangunan Balai Desa Balejaharjo Gunungkidul Jadi Tersangka Korupsi, Kini Buron

Ilustrasi - Freepik
16 Oktober 2020 13:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kejaksaan Negeri Gunungkidul menetapkan Fajar, rekanan pembangunan Balai Kalurahan (Desa) Baleharjo, Wonosari, menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Sejaun ini, sudah ada dua orang yang ditetapkan tersangka dalam korupsi proyek balai desa.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul Koswara mengatakan kejaksaan terus menyelidiki dugaan korupsi di Baleharjo. “Sudah kami tetapkan sehingga ada dua tersangka dalam kasus ini,” katanya kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

BACA JUGA: Rekrutmen Petugas di TPS Gunungkidul Tak Berjalan Mulus

Koswara mengatakan kejaksaan segara memanggil Fajar. “Kalau tidak datang, maka akan kami akan jadikan daftar pencarian orang [DPO],” katanya.

Kepala Seksi Intel, Kejari Gunungkidul, Indra Saragih, mengatakan Fajar ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (14/10/2020) kemarin. “Dua alat bukti yang dimiliki sudah mencukupi sehinga kami tetapkan sebagai tersangka. Untuk sangkaan kami jerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tipikor Jo Pasal 55 ayat kesatu KUHP,” katanya.

BACA JUGA: Pilkades Sleman: Di Rumah Pujaan Hati, di Pilkades Jadi Lawan

Menurut dia, Fajar sudah masuk dalam DPO, namun saat itu statusnya masihs sebatas saksi. Indra pun berharap kepada tersangka agar mau memenuhi panggilan tim dari kejari. “Ya kalau tidak hadir lagi, kami akan menetapkan Fajar sebagai DPO tersangka,” ungkapnya.

Indra mengatakan, dugaan korupsi pembangunan balai desa ini sudah ditangani sejak 2016 lalu. Sejak kasus ini mencuat, tim dari kejari terus mencari Fajar, tetapi hingga sekarang belum menemukan keberadaan yang bersangkutan. “Kami sudah tanya ke tetanggan dan saudara, tapi tidak ada yang tahu. Bahkan, kami juga sudah mendatangi sekolah anak tersangka, tapi hasilnya juga sama,” katanya.

Dalam kasus ini ada dua berkas yang ditangani. Satu berkas atas nama Fajar dan satu lagi milik Lurah Baleharjo, Agus Setiyawan. Berkas milik Agus sudah sampai tahap persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kota Jogja. “Masih berlangsung. Harapannya dengan pengungkapan ini maka ada kepastian hukum sehingga nasib seseorang tidak menggantung,” katanya.