Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Ilustrasi/Antara-M Agung Rajasa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses rekrutmen petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada Gunungkidul 2020 tidak berjalan dengan mulus. Masa pendaftaran anggota KPPS di KPU dan pengawas TPS di Bawaslu harus diperpanjang.
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rini Iswandari, mengatakan pendaftaran pengawas TPS ditutup pada Kamis (15/10/2020) pukul 24.00 WIB. Pada saat ditutup, belum semua kuota pendaftar di 18 kapanewon terpenuhi, karena hanya Tepus dan Nglipar yang kuotanya terpenuhi sesuai peraturan.
“Satu TPS ada satu pengawasnya. Tapi, pada saat rekrutmen, minimal harus ada dua pendaftar. Yang bisa memenuhi aturan ini, baru Kapanewon Tepus dan Nglipar,” kata Rini kepada wartawan, Jumat (16/10).
BACA JUGA: Proyek Tol Jogja-Solo Dimulai Bulan Depan, Kontraktor Minta Restu Sri Sultan
Dia menjelaskan, jumlah pendaftar yang masuk ada 2.426 orang. Jumlah ini belum sesuai dengan ketentuan, karena yang dibutuhkan minimal 3.800 pendaftar. Oleh karenanya, lanjut Rini, rekrutmen di 14 kapanewon diperpanjang. Masa perpanjangan ini dilakukan dua tahap. Tahap pertama berlaku selama empat hari setelah pendaftaran reguler ditutup. Tahap kedua dibuka kesempatan untuk memenuhi kuota apabila di tahap pertama, kuota dua kali dari kebutuhan pengawas TPS belum terpenuhi. “Perpanjangan tahap kedua rencanannya dilakukan 20-16 Oktober mendatang,” katanya.
Apabila kuota pendaftaran tidak terpenuhi hingga masa perpanjangan kedua, seleksi akan menggunakan jumlah pendaftar yang ada.
BACA JUGA: Sempat Diduga Mabuk, Sopir Mobilio Laka Maut Jalan Magelang Dinyatakan Negatif Alkohol
Proses perpanjangan pendaftaran untuk petugas di TPS tidak hanya terjadi di bawaslu. Hal yang sama juga terjadi rekrutmen anggota KPPS di KPU. Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan kuota pendaftar anggota KPPS belum terpenuhi. Ia mencatat ada beberapa desa di Kapanewon Wonosari, Ponjong, Purwosari, dan Karangmojo belum sesuai kebutuhan. “Setiap TPS ada tujuh petuagas KPPS. Dalam pendaftaran masih ada yang kurang dari tujuh pendaftar,” katanya.
Hani menuturkan dengan kondisi tersebut, rekrutmen anggota KPPS di sejumlah desa diperpanjang. “Perpanjangan hingga 18 Oktober. Mudah-mudahan selama perpanjangan kuota bisa terpenuhi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Labuan Bajo ditargetkan pulih dan makin tangguh pascagempa M7,7 melalui penguatan keselamatan, manajemen risiko, dan destinasi wisata darat
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal ini membawa pesan tentang
Bala Mataram Rescue yang tumbuh dari suporter PSIM kini memiliki ambulans sendiri berkat bantuan Brajamusti Rantau untuk misi kemanusiaan
Ribuan warga mengikuti senam di Alun-Alun Selatan Jogja dan menggalang donasi lebih dari Rp10 juta untuk korban gempa NTT.