Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Pentas seni topeng ireng yang diadakan Dinas Pariwisata DIY untuk memeriahkan acara sosialisasi pranata anyar di Taman Watu di Dusun Bolang, Girikarto, Panggang. Minggu (18/10/2020)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pariwisata DIY terus melakukan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau diberinama dengan Pranata Plesiran Yogyakarta di Taman Watu, Dusun Bolang, Girikarto, Panggang, Minggu (18/10/2020). Sosialisasi dilaksanakan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona di kawasan wisata.
Kepala Bidang Destinasi, Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan mengatakan, pembukaan destinasi wisata merupakan langkah baik dalam upaya pemulihan ekonomi, khususnya di sektor kepariwisataan. Hanya saja, pembukaan ini juga harus diwaspadai karena jangan sampai menjadi lokasi penyebaran virus corona.
Untuk itu, sambung dia, upaya pencegahan terus dilakukan dengan menggelar simulasi hingga pelaksanaan sosialisasi AKB atau yang dikenal dengan istilah Pranata Plesiran Yogyakarta. Menurut dia, keberadaan pranata ini sangat penting dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.
“Kalau sampai ada penularan bisa jadi kontra produktif karena akan berdampak besar terhadap dunia pariwisata. Jadi, jangan sampai ada penularan di destinasi,” katanya saat ditemui di sela-sela sosialisasi, Minggu.
BACA JUGA: Fakta-Fakta Kecelakaan Hanafi Rais di Tol Cipali
Kurniawan menjelaskan, Dinas Pariwisata DIY berkomitmen untuk terus mensosialisasikan AKB. Menurut dia, sosialisasi ini tidak hanya menyasar lokasi-lokasi wisata yang ramai dikunjungi, arena juga dilaksanakan di hotel-hotel hingga lokasi kuliner. Diharapkan pranata anyar ini dijadikan pedoman pengelola agar mematuhi protokol kesehatan penaggulangan corona.
“Sebelum destinasi dibuka juga ada simulasi berkaiatan dengan protokol kesehatan. Untuk sosialisasi sudah hampir menyasar ke seluruh desa wisata,” katanya.
Ditambahkan dia, protokol kesehatan ini sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. “Cuci tangan dengan sabun, jaga jarak hingga pakai masker menjadi senjata utama untuk membentengi diri dari penyebaran virus. Kami berharap, di destinasi wisata juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung dalam pelaksanaan AKB,” katanya.
Lurah Girikarto, Tuyadi mengaku senang dengan adanya simulasi dan sosialisasi tentang AKB di wilayahnya. Menurut dia, sosialisasi ini penting guna memberikan pemahaman untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus corona.
Tuyadi mengaku di Girikarto belum ada kasus positif corona. Meski demikian, masyarakat harus tetap berhati-hati karena sebagai daerah tujuan wisata lalu lintas pengunjung sangat banyak dan berasal dari berbagai kota. “Kita tidak boleh abai karena protokol kesehatan harus dijalankan untuk mencegah penyebaran virus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Sultan meminta desa dan kampung wisata di DIY tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi menghidupkan potensi lokal dan memberi manfaat bagi warga.
Gaya hidup sehat makin populer, tetapi pengeluaran wellness perlu diatur agar tidak mengganggu tabungan, dana darurat, dan kebutuhan pokok.
KA Bandara YIA telah melayani 4,7 juta penumpang sejak 2022, dengan jumlah pengguna terus meningkat hingga September 2026.
RAM besar atau prosesor kencang, mana yang lebih penting untuk pengguna usia 40 tahun? Simak perbedaan fungsi RAM, chipset dan tips memilih HP.
BMKG menyebut sebagian wilayah Jateng mulai masuk fase transisi musim setelah puncak kemarau, meski sejumlah daerah masih berstatus Awas.