Advertisement

Arus Balik Lebaran DIY Terbagi Dua Gelombang, Dishub Siaga

Lugas Subarkah
Kamis, 26 Maret 2026 - 02:37 WIB
Jumali
Arus Balik Lebaran DIY Terbagi Dua Gelombang, Dishub Siaga - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Arus balik Lebaran 2026 di DIY diprediksi tidak terjadi dalam satu waktu, melainkan terbagi dalam dua gelombang. Dinas Perhubungan (Dishub) DIY pun menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi kepadatan, terutama di titik-titik perbatasan.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menjelaskan bahwa puncak arus balik pertama telah terjadi pada Selasa (24/3/2026), bertepatan dengan berakhirnya cuti bersama. Sementara itu, gelombang kedua diperkirakan berlangsung pada Minggu (29/3/2026), seiring berakhirnya kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Advertisement

“Kami melihat WFA menjadi salah satu strategi untuk melandaikan kurva arus balik. Pergerakan kendaraan jadi lebih tersebar, tidak menumpuk di satu waktu,” ujar Erni, Rabu (25/3/2026).

Menghadapi potensi lonjakan kendaraan, Dishub DIY telah menyiapkan sejumlah langkah taktis. Mulai dari rekayasa lalu lintas situasional, pengaturan waktu perjalanan, hingga koordinasi lintas wilayah dengan Jawa Tengah dan kepolisian. Selain itu, penguatan personel di lapangan serta pengoperasian posko terpadu juga dilakukan.

“Harapannya, arus balik bisa terkendali dan tidak terjadi penumpukan ekstrem,” lanjutnya.

Penanganan lalu lintas difokuskan pada wilayah perbatasan dengan pendekatan berbeda sesuai karakteristiknya. Di kawasan Prambanan, arus kendaraan keluar DIY lebih dominan sehingga prioritas diberikan pada kelancaran arus keluar, termasuk optimalisasi simpang dan pengurangan hambatan samping.

Sementara itu, di Tempel, arus kendaraan cenderung seimbang, sehingga diterapkan manajemen distribusi arus, pengaturan simpang secara dinamis, hingga pengalihan jalur bila diperlukan.

“Setiap wilayah punya karakteristik berbeda. Data yang kami gunakan mencakup seluruh lalu lintas, termasuk kendaraan lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erni menyebut kebijakan WFA tidak hanya berdampak pada arus balik, tetapi juga mendorong mobilitas wisata selama masa jeda. Untuk itu, Dishub DIY melakukan pengaturan akses dan penyediaan kantong parkir terpusat di sejumlah kawasan wisata seperti Malioboro, Kaliurang, dan Pantai Parangtritis.

Selain itu, disiapkan pula layanan shuttle atau angkutan pengumpan, rekayasa lalu lintas satu arah secara situasional, serta penyediaan informasi lalu lintas secara real-time. Masyarakat juga diimbau memanfaatkan aplikasi peta digital untuk mengatur waktu perjalanan.

Dishub DIY turut mendorong penggunaan transportasi umum guna menekan kepadatan kendaraan pribadi. Optimalisasi layanan dilakukan di Terminal Giwangan dan Stasiun Tugu Yogyakarta melalui penambahan armada, peningkatan frekuensi perjalanan, serta ramp check untuk memastikan keselamatan.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran hingga akhir pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Malaysia Siaga Gelombang Panas Ekstrem Hingga Juni 2026

Malaysia Siaga Gelombang Panas Ekstrem Hingga Juni 2026

News
| Rabu, 25 Maret 2026, 23:57 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement