Terungkap, Ini Penyebab Kematian Tukang Becak di Malioboro

Ilustrasi kematian - Pixabay
19 Oktober 2020 15:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penyebab kematian pria paruh baya di Malioboro pada Minggu (18/10/2020) kemarin terungkap. Berdasarkan hasil autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara pada Senin (19/10/2020), korban memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Korban mempunyai riwayat penyakit napas dan gejala stroke, hasil tersebut sesuai dengan keterangan dokter,” ujar Kapolsek Gedongtengen Kompol Khundori, Senin (19/10/2020).

BACA JUGA: Rizieq Shihab Disebut Akan Pimpin Revolusi, FPI Bandingkan dengan Revolusi Mental

Keluarga korban langsung menjemput mendiang Didit Lejar Ferianto, 49, warga Pakis, Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Keluarga korban ikhlas menerima kepergian pria yang bekerja sebagai pengayuh becak ini.

Berdasarkan catatan dari polisi, korban sudah tidak tinggal dengan istrinya. Status korban sendiri saat ini duda.  

Setelah meninggalnya pengayuh becak di Malioboro, lanjut Khundori, kawasan Malioboro sudah disterilkan oleh tim gugus tugas Covid-19 Kota Jogja. Masyarakat maupun pengunjung bisa beraktifitas seperti sedia kala.

“Korban tidak terpapar virus Corona. Namun memang penanganan jenazah dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA: Tak Merasa Pinjam Uang, Warga Panggang Gunungkidul Kaget Namanya Masuk Daftar Hitam BI

Minggu kemarin, Didit meninggal di Malioboro. Dia kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja.

“Korban tergeletak di Jalan Malioboro di seputar pertokoan. Korban meninggal dunia sekitar pukul 08.39 WIB,” ujar Kompol Khundori.

Didit ditemukan meninggal dunia oleh seorang karyawan toko batik bernama Petrus. Sebelumnya, Petrus melihat Didit masih tertidur sambil mendengkur pada pukul 07.15 WIB.

Akan tetapi, selanjutnya Petrus tidak mendengar dengkuran dan mengetahui Didit sudah meninggal dunia. Didit sehari-hari bekerja sebagai tukang becak kayuh di kawasan Malioboro.