Advertisement
Tak Merasa Pinjam Uang, Warga Panggang Gunungkidul Kaget Namanya Masuk Daftar Hitam BI
Ilustrasi - JIBI/Bisnis Indonesia
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anasthasia Budiningsih, 39, warga Kapanewon Panggang, Gunungkidul, kaget namanya masuk ke dalam daftar hitam di Bank Indonesia (BI). Usut punya usut, identitas yang dimiliki dicatut untuk pengajuan pinjaman oleh orang lain sehingga masuk dalam daftar kredit macet di salah satu BPR di Kapanewon Semanu.
Ana menjelaskan masalah ini terungkap saat akan mengajukan pinjaman ke salah satu bank milik BUMN. Pada saat pengajuan, permohonan tidak bisa disetujui dengan dalih masuk dalam daftar hitam BI checking. Ia pun merasa kaget karena selama ini tidak pernah mengajukan pinjaman ke perbankan manapun.
Advertisement
BACA JUGA: Rizieq Shihab Disebut Akan Pimpin Revolusi, FPI Bandingkan dengan Revolusi Mental
“Tentu saya kaget karena saat mengurus [bank BUMN] diberitahu memiliki pinjaman Rp20 juta dan telah mengalami kredit macet sejak 2018 lalu,” katanya kepada wartawan, Senin (19/10/2020).
Awalnya, Ana tidak percaya dengan pernyataan tersebut hingga mengajukan pinjaman ke jasa peminjaman uang lainnya. Namun demikian, jawaban sama juga diberikan karena pengajuan tidak bisa disetujui dengan dalih namanya sudah masuk dalam daftar hitam BI. “Saya pun mulai bertanya-tanya dan akhirnya ada titik temu dan erat dengan kejadian di 2012 lalu,” ungkapnya.
Menurut dia, pada 2012 lalu, dia sempat berkomunikasi dengan salah satu BPR untuk mengajukan kredit sehingga mengurus untuk proses peminjaman. Namun demikian, proses peminjaman dibatalkan karena alasan tertentu. “Waktu itu saya masih tinggal di Kota Jogja, tapi saya batal mengajukan pinjaman,” katanya.
BACA JUGA: Tercebur Sumur Saat Hendak Wudu, Lansia di Kulonprogo Meninggal Dunia
Dugaan ini diperkuat dengan adanya print out pinjaman sebesar Rp20 juta sejak 2012 lalu. Menurut dia, pinjaman ini aneh karena agunan tanah untuk jaminan atas nama orang lain. “Saya baru tahu BPR saat masalah ini muncul, sebelumnya tidak tahu di mana alamatnya,” katanya.
Dia mengatakan BPR sudah bertemu dirinya. Namun, Ana mengaku masih akan berkonsultasi dengan seorang temannya untuk keputusan lebih lanjut. “BPR sudah datang ke rumah, tapi saya masih konsultasi dengan teman karena merasa dirugikan,” katanya.
General Marketing BPR Arum Mandiri Melati di Kapanewon Semanu, Pujiyanto, mengatakan sudah bertemu dengan Ana. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara detail terkait dengan penyelesaian masalah yang terjadi. “Semua sudah klir. Kami juga sudah ke rumah Bu Ana untuk koordinasi,” katanya.
Pujiyanto mengaku baru bekerja di BPR itu dan baru saja mengetahui kasus tersebut. “Intinya sudah kami sampaikan ke Bu Ana, kalau memang mau mengajukan akan kami bantu,” kata Pujiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Jelaskan Kunker Jokowi ke Arab Saudi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Bantul Prioritaskan 14 Titik Krusial Pascabencana Banjir Desember
- Serangan Jamur Embun Tepung, Rusak Produktivitas Melon Petani Ponjong
- Jadwal KRL Solo Jogja, Jumat 23 Januari 2026, Berangkat dari Palur
- DPUPKP Sleman Siapkan Perbaikan dan Peningkatan 39 Saluran Irigasi
- Jadwal KRL Jogja Solo, Jumat 23 Januari 2026, Berhenti di 13 Stasiun
Advertisement
Advertisement



