Terjemahkan Lukisan Affandi, 5 Karya Tulis Mahasiswa Ini Jadi Terbaik

Lima mahasiswa yang karyanya dinilai terbaik dalam lomba esai menerjemahkan lukisan Affandi. - Ist.
20 Oktober 2020 09:47 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak lima mahasiswa mampu menghasilkan karya tulis terbaik dalam Lomba Esai dengan Tema Pasar Ngasem dari Masa ke Masa (Dilihat dari Lukisan Bird Market in Ngasem Karya Affandi).  Mereka berhasil menerjemahkan lukisan maestro Affandi ke dalam tatanan kalimat yang menarik, berisi serta mudah dicerna pembaca.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Diky Nuryulia Arby yang merupakan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) sebagai juara pertama melalui karyanya berjudul Pasar Ngasem Bukan Sekadar Tempat Jual Beli. Kemudian karya terbaik kedua diraih oleh Muhammad Azzam Al Haq, juara ketiga atasnama Prabanndaru Wahyuaji dan juara harapan pertama jatuh pada Raihana Ayu Maharani. Ketiganya adalah mahasiswa UGM, sedangkan juara harapan kedua diraih oleh mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) atas nama Yudha Adi Putra. Kelimanya berhasil menyisihkan sedikitnya 55 karya mahasiswa lainnya dalam kompetisi tersebut.

BACA JUGA : Dua Mahasiswa UNY Presentasi Karya Ilmiah di Jepang 

“Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Museum Indonesia 2020, kegiatan lomba esai ini juga diselenggarakan guna menerjemahkan keindahan visual lukisan Affandi ke dalam bentuk kata-kata,” kata Penanggungjawab Kegiatan Arga Dumadi dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (20/10/2020).

Ia mengatakan kegiatan itu bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY, Duta Museum DIY dan Museum Affandi dengan dibiayai oleh dengan dana keistimewaan. Lomba ini ditujukan untuk mahasiswa S1 dan S2 di wilayah DIY dalam periode waktu pengumpulan karya dari 14 September hingga 10 Oktober 2020. “Total da 60 karya yang masuk ke panitia, dinilai oleh tim juti yang terdiri atas penulis dosen hingga ahli bahasa,” ujarnya.

Melalui esai tersebut harapannya semakin banyak orang yang dapat menikmati dan memahami keistimewaan lukisan karya sang maestro. Lukisan Bird Market in Ngasem yang dibuat Affandi pada tahun 1979 itu sengaja dipilih karena keberadaan Pasar Ngasem sendiri meski telah mengalami banyak perubahan, namun tetap begitu melekat di hati masyarakat Jogja hingga saat ini. Selain itu kompetisi ini menjadi bukti bahwa seni adalah tidak terbatas, seperti halnya seni lukis bisa menjadi inspirasi bagi seni merangkai kata.

BACA JUGA : Ini Aplikasi yang Bisa Permudah Mahasiswa Garap Skripsi 

“Apresiasi, penghargaan untuk kelima mahasiswa pemenang telah diserahkan oleh Kepala Museum Affandi, Helfi Dirix pada Jumat, 16 Oktober 2020 lalu, di Galeri Satu Museum Affandi, dihadiri pula Kartika Affandi selaku putri tertua Affandi,” katanya.