Rawat Toleransi, Kiai Masrur Silaturahmi Ke Paroki Pakem

Pengasuh PP Salafiah Al Qodir, Tanjung, Wukirsari, Cangkringan, KH Masrur Ahmad MZ bersilaturahmi ke pengurus Paroki Pakem di Gereja Santa Maria Assumpta di Dusun Sukunan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Selasa (20/10/2020). - Istimewa
20 Oktober 2020 14:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pengasuh PP Salafiah Al Qodir, Tanjung, Wukirsari, Cangkringan, KH Masrur Ahmad MZ bersilaturahmi ke pengurus Paroki Pakem di Gereja Santa Maria Assumpta di Dusun Sukunan, Pakembinangun, Pakem, Sleman, Selasa (20/10/2020).

Pada kesempatan tersebut, Kiai Masrur diterima Rm Insaf Santosa Pr dan Rm Antonius Banu Kurnianto Pr, serta sejumlah pengurus Paroki Pakem.

Kepada Romo Insap Santosa, Kiai Masrur menyatakan silaturahmi tersebut dalam rangka merawat toleransi dan persaudaraan antar umat beragama, khususnya yang berada di Sleman.

Menurut Kiai Masrur, suhu politik yang memanas jelang kontestasi Pilkada Sleman 9 Desember mendatang rawan menimbulkan hal- hal yang dapat mengganggu toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Sleman.

"Toleransi dan kerukunan bisa terjaga  bila antar umat beragama bisa saling menyapa, silaturahmi. Selanjutnya, keakraban yang terjalin akan memunculkan kerjasama yang pada akhirnya menghasilkan manfaat bagi umat," ujar Kiai Masrur.

Kyai Masrur mencontohkan pihaknya sering bekerjasama dengan Paroki Pakem setiap memperingati Hari Pangan.

"Kerja sama dalam hal seperti itu bukan hanya harus dipertahankan. Tapi harus dipertajam. Aja nganti umat kaliren," tambah Kiai Masrur.

Di lain pihak, Romo Banu berharap Pilkada Sleman kali ini dapat menghasilkan pemimpin yang paham penataan wilayah dan berpihak pada petani kecil.

"Wilayah Pakem dan sekitarnya seperti Cangkringan merupakan kawasan pertanian. Banyak umat yang bekerja menjadi petani. Untuk itu, nasib dunia pertanian, khususnya para petani kecil harus benar- benar diperhatikan," kata Romo Banu.