Percepat Distribusi Hasil Pertanian, TNI Bangun Jalan dan Jembatan di Bantul

Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis (ketiga dari kiri) bersama Komandan Kodim 0729 Bantul Letkol Inf Agus Indra Gunawan (kedua dari kanan), dan Polres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono (kedua dari kiri) saat meresmikan jembatan dan jalan hasil pembangunan program TMMD Sengkuyung III di Dusun Karang, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Rabu (21/10/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
22 Oktober 2020 01:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III telah membangun jembatan dan jalan tani di Dusun Karang, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul. Proyek senilai Rp375 juta tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mempercepat akses distribusi hasil pertanian dan meningkatkan perekonomian warga setempat.

Jalan tani menuju area persawahan yang dibangun berupa paving blok sepanjang 132 meter dan lebar tiga meter, jalan lingkungan sepanjang 210 meter dan lebar tiga meter, dan jembatan beton dengan pajang empat meter dan lebar empat meter.

Kepala Dusun Karang, Rinto Utomo mengatakan keberadaan jalan dan jembatan sangat membantu warga ketika mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Sebab mayoritas masyarakatnya adalah petani dan peternak.

Baca Juga: Mahasiswa Penolak Omnibus Law Jadi Korban Doxing, KAGAMA Filsafat UGM Sebut Pembunuhan Karakter

Selain itu keberadaan akses jalan dan jembatan dapat mempermudah warga menuju Jalur Jalan Lintas Selatan dan bebrapa pantai seperti Pantai Kuwaru, Pantai Baru, Pandansari dan Pandansimo, “Sebelumnya kalau ke pantai harus memutar jauh lebih dari satu kilometer, sekarang jadi lebih dekat. Kalau panen juga lebih mudah mengangkutnya,” kata Rinto, saat penutupan TMMD Sengkuyung III, Rabu (21/10/2020)

Komandan Kodim 0729 Bantul, Letnan Kolonel Inf Agus Indra Gunawan, mengatakan TMMD Sengkuyung III 2020 merupakan program rutin berkelanjutan untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan terhadap fasilitas umum serta fasilitas sosia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, berupa pembangunan infrastruktur dan saran transfortasi berupa jembatan dan jalan.

Selain itu TMMD juga membantu membangun rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan non fisik berupa penyuluhan bela negara di sekitar lokasi program TMMD. “Intinya kami membantu Pemkab untuk percepat pembangunan yang tepat sasaran seperti di Karang, warga yang tadinya harus memutar jauh sudah lebih dekat,” kata Indra.

Baca Juga: BNPB: Pekan Depan Libur Panjang, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan!

Loasi pembangunan tersebut juga merupakan usulan dari warga, pemerintah desa, dan kecamatan “Semoga hasil yang dicapai berguna dan tahan lama dan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi warga,” sambung Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan dalam proses pembangunan yang dimulai sejak 22 September tersebut juga melibatkan Polri, pemerintah, dan masyarakat setempat, sehingga kebersamaan tersebut merupakan sinergitas yang positif dalam menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara.