Festival Musik Tembi 2020 Bermigrasi dalam Bentuk Virtual

Festival Musik Tembi 2020
26 Oktober 2020 20:37 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Festival Musik Tembi (FMT) yang hadir sejak 2011 mengalami berbagai penyesuaian menyusul adanya pandemi Covid-19. Di 2020, FMT yang rutin diselenggarakan oleh Forum Musik Tembi (Fombi) di Tembi Rumah Budaya, Sewon, Bantul, akan bermigrasi dalam bentuk virtual.

FMT 2020 digelar mulai 26 hingga 31 Oktober 2020. Selain diselenggarakan secara daring, festival dengan tema Kembul Tumandhang juga menitikberatkan pada proses kreatif bekerja secara bersama-sama dan menggali isu lokal, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Adapun beberapa program yang digelar di ajang FMT 2020 di antaranya Musik Tradisi Baru (MTB) yang setiap tahunnya berproses menggali kekayaan Nusantara melalui elemen musik tradisi Indonesia untuk mencari kemungkinan musik tradisi baru di Indonesia.

Tahun ini MTB muncul dengan konsep yang berbeda menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19. Setelah dibuka pendaftaran pada Agustus lalu, sebanyak 31 karya diterima dari berbagai kota di Indonesia. Karya tersebut kemudian dikurasi sehingga terpilih lima kelompok antara lain Komunitas Sing Seni (Bali), Cenglu (Surakarta, Jawa Tengah), Jaya Dwara Percussion (Sumedang, Jawa Barat), Njong (Tegal, Jawa Tengah), Bencoolen Dhol (Sanggar Seni Hentak Muharram Bencoolen Art Bengkulu).

Ketua Forum Musik Tembi (Fombi), Yopei Edho, mengatakan tahun ini FMT menerima paling banyak karya MTB dari tahun-tahun sebelumnya. “Kami senang melihat antusiasme pelaku musik tradisi, karena festival ini dilakukan daring jadi ruang yang diberikan menjadi lebih luas dan tak terbatas ruang dan waktu,” katanya, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (26/10/2020).

Untuk program panggung terbuka daring disediakan untuk musisi (individu, kelompok musik) tanpa sekat genre. Tahun ini FMT menghadirkan kelompok musik Jatiraga dari Jogja, Bottlesmoker

dari Bandung dan Lair dari Jatiwangi. Kelompok tersebut dihadirkan karena mereka membawa dan menggali isu-isu lokal dan Nusantara yang dituangkan dalam karya mereka.

Program lain yang bisa disaksikan yakni Studio Visit Performance yang menghadirkan kelompok musik Anteng Kitiran, Bincang Musik, Bedah Karya dan Bincang Karya MTB 2020 bersama dengan Pengamat Musik yaitu Rizaldi Siagian, Franz Sartono, dan Erie Setiawan.

Keseluruhan informasi acara festival dan program dapat diakses dikanal media Instagram @fombi_, Fanpage FMT 2020, Twitter @fombi_, dan Youtube Forum Musik Tembi,” kata Yopei.