Omset Anjlok Terdampak Pandemi, UMKM di Modinan Ajak DWS Cari Solusi

Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) saat berkomunikasi dengan pelaku UMKM. - Ist.
26 Oktober 2020 20:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) menerima beberapa keluhan dan harapan dari masyarakat saat mengunjungi beberapa titik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (26/10).

Salah satunya dari Kismiyati, pembuat kue pastel yang memulai usahanya sejak tahun 2006 silam. Kepada DWS, Kismiyati yang menitipkan kue buatannya ke Pasar Tlogorejo dan Pasar Kranggan serta beberapa warung disekitar tempat tinggalnya mengeluhkan omset penjualan kue buatannya yang anjlok sejak Pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

"Sebelum Corona, tiap hari kita bisa bikin sampai empat ratus buah (kue pastel), Mas Danang. Sekarang cuma berani bikin seratus lima puluh buah. Itu pun sering tidak habis," keluh Kismiyati.

Selain omset yang anjlok, Kismiyati yang setiap hari membuat kue pastel dibantu oleh suaminya, Hartoyo, juga mengaku selama Pandemi Covid-19 dirinya nyaris tidak mendapatkan pesanan kue sama sekali.

"Biasanya, selain yang kami buat tiap pagi, kami juga sering mendapat pesanan untuk acara-acara seperti pengajian, takjil di bulan puasa, Mas Danang. Tapi selama corona tidak ada pesanan sama sekali," tambahanya.

Ketika ditanya oleh DWS mengenai kendala yang dihadapi sejauh ini, Kismiyati yang mengaku menjual kuenya Rp.1300,00 per buah tersebut mengaku mengalami kesulitan dalam permodalan.

"Kalau ada pesanan kan biasanya dibayar belakangan setelah kuenya jadi, Mas Danang. Nah, kalau kondisinya seperti itu, saya sering tidak punya modal untuk belanja bahan- bahan pastel," kata Kismiyati.

Kismiyati berharap, bupati Sleman mendatang lebih memperhatikan pelaku UMKM seperti dirinya. "Kalau Mas Danang besok jadi (bupati), jangan lupa dengan nasib orang kecil kayak kita. Eh, sama kalau putrinya Mas Danang ulang tahun, pesan snacknya sama saya aja, ya," ujar Kismiyati sambil bergurau.

Menanggapi hal itu, DWS menyampaikan rasa optimismenya kepada para pelaku UMKM di Modinan. Terkait kendala akses permodalan, DWS menyebut akan memastikan seluruh UMKM terdata dan memiliki wadah agar tiap kendala dapat diatasi secara berjenjang.

Langkah pertama yang akan dilakukan DWS-ACH adalah menyusun data UMKM yang valid. Setelah itu, perizinan dan administrasi para pelaku UMKM juga harus mendapatkan pendampingan agar dapat mengakses lembaga permodalan.

"Namun, jika masalahnya adalah pemasaran, saya bersama Mas Agus Choliq menawarkan konsep pemasaran daring. Nanti kita bikinkan marketplace untuk para pelaku UMKM, kemudian didukung dengan fasilitas internet gratis tiap padukuhan," kata DWS.

DWS menambahkan, pengembangan produk juga harus mendapatkan perhatian lebih serius. Pasalnya, persaingan pasar yang harus dimenangkan untuk beberapa jenis produk cukup ketat. 

"Bahkan dari sisi kemasan juga kita harus berikan pendampingan, karena pada dasarnya pelaku UMKM ini kebanyakan produknya bagus, hanya kurang memahami trik mengemas produk," pungkas DWS.