Bangkitkan Batik Kulonprogo, Dekranasda Gelar Fashion Show Batik

Peragaan busana dalam Fashion show bertajuk Karya Batik Kulonprogo di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo, Kapanewon Pengasih, pada Sabtu (24/10). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara.
26 Oktober 2020 05:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH— Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kulonprogo menggelar fashion show batik dalam rangka membangkitkan kembali industri batik di Kulonprogo yang sempat terpuruk imbas pandemi Covid-19.

Fashion show bertajuk Karya Batik Kulonprogo itu digelar di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo, Kapanewon Pengasih, pada Sabtu (24/10/2020) dan disiakan secara live streaming di kanal Youtube Pemkab Kulonprogo. Dalam kegiatan ini ditamplikan berbagai macam batik khas Kulonprogo karya 20 perajin batik setempat yang kemudian diperagakan oleh dimas diajeng pejabat pemkab dan pihak-pihak lain.

BACA JUGA : Dekranasda Sleman Adakan Pre-Launching Sekaligus

Ketua Dekranasda Kulonprogo Sriwahyu Widati mengatakan kegiatan yang digelar bersama berbagai pihak dan OPD di Kulonprogo itu merupakan rangkaian peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober dan HUT Kulonprogo ke 69. Melalui kegiatan ini pihaknya ingin membantu pengembangan industri batik di Bumi Menoreh yang selama pandemic Covid-19 mengalami penurunan penghasilan cukup tajam.

“Kegiatan ini sebagai bentuk ekspresi dan aktualisasi para pelaku usaha kerajinan batik di Kulonprogo yang tetap konsisten melakukan produksi, menampilkan karya-karya kretaif di masa pandemi Covid-19 ini, dimana kondisi perekonomian kurang berpihak dalam pengembangan dan peningkatan usaha para pelaku industri kerajinan batik,” ujarnya.

Sriwahyu berharap dengan kegiatan industri kerajinan batik Kulonprogo kian berkembang dan dikenal secara luas baik ditingkat daerah, nasional maupun internasional.

Karena digelar di masa pandemi, panitia tetap memperhatikan protokol kesehatan, mulai dari kewajiban memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan menggunakan air mengalir serta pengecekan suhu tubuh.

Sementara itu Bupati Kulonprogo Sutedjo dalam sambutannya mengapresiasi Dekranasda karena telah menggelar acara ini. Menurutnya  keiatan ini dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa industri batik Kulonprogo tetap eksis meski diterpa pandemic Covid-19. Bahkan lanjut dia para perajin mampu menciptakan produk kerajinan batik yang kaya dengan corak dan motif.

BACA JUGA : Dekranasda Sleman Dukung Percepatan Kebangkitan IKM

“Hal ini tentu sebagai bukti bahwa batik benar-benar produk budaya yang tidak lekang dan tergerus oleh kemajuan zaman dan menjadi motivasi bagi para pengrajin Batik untuk terus berkreasi, berkarya, dan mengembangkan usahanya menembus pasar global,” ujar Sutedjo.

Ia menjelaskan Industri kerajinan batik di Kulonprogo telah menjadi salah satu kekuatan dalam upaya peningkatan penghasilan masyarakat. Industri ini sudah tersebar di 12 kapanewon. Namun pada masa pandemi para perajin mengalami penurunan produksi hampir 40 persen, sehingga sangat memukul perekonomian para pelaku industri kerajinan batik.

“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini saya berharap ada kebangkitan ekonomi perajin batik Kulonprogo,” ucapnya.