Puluhan Pelaku UMKM Todong Solusi dari DWS-ACH

Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) berailaturahmi dengan warga masyarakat di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (26/10/2020). - ist
27 Oktober 2020 10:19 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Calon Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS) berailaturahmi dengan warga masyarakat di Dusun Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (26/10/2020).

Pada pertemuan yang berlangsung di kediaman Dukuh Modinan, Suhartono yang dihadiri para Ketua RT, yakni, Ketua RT 01 Badrun Rosyid, Ketua RT 07 Sukartijan, Ketua RT 11 Karjono, Ketua RT 12 Suwarno serta puluhan perwakilan warga, DWS menyatakan fokus pertama kebijakan yang bakal dijalankan dengan Calon Wakil Bupati R. Agus Choliq (ACH) adalah pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, salah seorang warga menyatakan keluhan kepada DWS karena tidak menerima dana Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diberikan oleh pemerintah pusat

"Bantuan UMKM kok tidak diberikan secara merata, Mas Danang," kata Karyono Wiharjo, penjual nasi rames yang datang pada pertemuan tersebut.

Baca Juga: Minim Pendaftar, Pengawas TPS Boleh Lintas Kecamatan

Keluhan yang sama juga muncul saat DWS bertemu dengan belasan pelaku UMKM di rumah Dukuh Banyumeneng, Banyuraden, Gamping, Sleman pada hari yang sama.

Ngawiyono, 63 tahun, yang sehari- hari bekerja sebagai kuli bangunan mengeluh kepada DWS lantaran istrinya yang berprofesi menjadi pedagang pasar tidak menerima bantuan uang tunai dari pemerintah pusat tersebut.

"Mas Danang, saya mau tanya. Sebenarnya yang dimaksud dengan UMKM itu apa? Kok istri saya nggak dapat bantuan seperti yang lain. Padahal jualan di pasar juga. Pusing saya, kerja jadi kuli bangunan sudah beberapa bulan nggak ada yang ngasih kerjaan," keluhnya.

Dalam pertemuan itu, keluhan yang sama juga dilontarkan oleh Rapinah, warga Banyumeneng lainnya yang setiap hari berjualan barang kebutuhan pokok.

Selain itu, terkait belum meratanya penerima bantuan BPUM dari pemerintah pusat, DWS menawarkan solusi kepada masyarakat, yakni dengan melakukan pendataan pelaku UMKM menggunakan platform aplikasi digital.

"Keinginan kami, harus ada aplikasi yang dapat merangkum seluruh UMKM di Sleman. Selain untuk membantu promosi produk dan potensi daerah, aplikasi tersebut juga digunakan untuk pendataan pelaku UMKM di Sleman. Agar ke depan, kita bisa tau apa yang dibutuhkan UMKM, apa yang harus diberdayakan, dan jika ada bantuan dari pemerintah pusat seperti sekarang ini, kita sudah pegang datanya. Dengan begitu kami berharap, tidak ada lagi ketidak-merataan penyaluran atau bantuan yang tidak tepat sasaran seperti sekarang," kata DWS.

Sementara itu, Dukuh Banyumeneng, Sidik Wijanarko yang menjadi tuan rumah pertemuan tersebut berharap agar pemerintahan Sleman mendatang lebih memperhatikan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Verifikasi Protokol Kesehatan Sedang Berjalan, Kapan Bioskop di Jogja Dibuka?

Merespon keluhan-keluhan tersebut, DWS menyatakan, ke depan dirinya bersama Calon Wakil Bupati R. Agus Choliq akan menjadikan UMKM sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi masyarakat setelah terdampak Pandemi Covid-19.

"Niat kami DWS-ACH adalah membuat program ini secara menyeluruh, holistik. Dimulai dari pendampingan perizinan, inovasi produk, manajemen dan pembukuan agar bankable, dan pemasaran online," kata DWS.

Internet Gratis

Dalam visi misi, pasangan yang diusung Koalisi Partai Gerindra, PKB, PPP, serta didukung PSI, Partai Garuda, Partai Berkarya, dan PBB itu menyebut ada keterkaitan antara program internet gratis di tiap padukuhan dengan pengembangan UMKM.

Internet gratis itu diharapkan dapat membantu pemasaran. Namun DWS-ACH juga berencana membuat marketplace berbasis android dan ios untuk mewadahi bisnis skala kecil di Sleman.

Setelah memiliki produk yang kompetitif, DWS-ACH akan mendorong pelaku industri kecil mengakselerasi pemasaran dengan trik dan tips marketing era digital.

"Intinya harus didorong agar secara bersama-sama bangkit. Karena, ada efek domino yang kita bidik dari meningkatnya transaksi UMKM yaitu pemulihan ekonomi sebagian besar warga. Jadi mari diskusi lebih lanjut, kita bangkit bersama," pungkas DWS.