Genangan Air Bikin Satu Keluarga di Gunungkidul Mengungsi

Ilustrasi Banjir - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
27 Oktober 2020 12:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah DIY mulai berdampak terhadap masyarakat. Akibat hujan yang terus mengguyur, satu keluarga di Kalurahan Giriasih, Purwosari terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam air setinggi 70 sentimeter.

Koordinator Tim Reaksi Cepat, BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, genangan air di Giriasih disebabkan hujan yang turun sejak Senin sore hingga Selasa (27/10/2020) dini hari. Hal ini diperparah adanya saluran pembuangan di luweng yang tersumbat sehingga aliran tidak lancar dan mengakibatkan terjadinya genangan. “Lokasi banjir memang berada di cekungan sehingga air dari atas menuju ke kawasan tersebut,” kata Suris kepada wartawan, Selasa siang.

Dia menjelaskan, untuk ketinggian genangan bervariasi dari 30-70 cm. Adapun dampak dari genangan mengakibatkan sejumlah rumah hingga menggenani kantor kalurahan dan kantor UPT TK-SD di Kapanewon Purwosari. “Untuk rumah ada di tiga lokasi. Akibat genangan ini, satu keluarga beranggotakan lima orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena ketinggian mencapai 70 cm,” ujar Suris.

Baca Juga: Minim Pendaftar, Pengawas TPS Boleh Lintas Kecamatan

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, usai mendapatkan laporan adanya genangan di Giriasih, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk penanganan. Ia mengungkapkan, ketinggian genangan sudah mulai menyusut. Meski demikian, warga diminta tetap waspada karena cuaca ektrem masih menjadi ancaman di awal musim hujan ini.

“Warga sudah mulai bisa beraktivitas. Adapun kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta,” katanya.

Edy menjelaskan, berdasarkan keterangan dari BMKG, musim hujan kali ini berbeda dengan musim hujan sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya fenomena Lanina sehingga curah hujan mengalami peningkatan sekitar 40% dibandingkan dengan musim hujan di tahun sebelumnya.

Ia mengakui sudah melakukan antisipasi dengan pemetaan kerawanan bencana. Selain potensi putting beliung yang merata di seluruh wilayah, juga ada potensi banjir di sepanjang aliran Kali Oya serta sungai di kawasan Mertelu, Kapanewon Gedangsari. “Untuk longsor berpotensi di lima kapanewon di zona utara Gunungkidul,” katanya.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap BPPTKG Soal Erupsi Merapi yang Semakin Dekat

Dia menjelaskan, untuk antisipasi sudah berkoordinasi dengan seluruh kapanewon di Gunungkidul. Ia berharap ada upaya mitigasi dengan melakukan pengecekan di lingkungan sekitar rumah menyangkut kebersihan seperti menghilangkan sumbatan aliran air hingga pemotogan dahan ranting yang telah rimbun.

“Kami juga mengimbau kalurahan yang terpasan EWS untuk dicek apakah alat yang dipasang berfungsi normal atau tidak,” katanya.