Suara Gemuruh Selamatkan Kusnan dan Keluarganya dari Terjangan Longsor Kulonprogo

Kondisi rumah Kusnan dan keluarganya pasca diterjang tanah longsor, Selasa (27/10/2020).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
27 Oktober 2020 16:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Satu keluarga di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo nyaris tertimbun tanah longsor yang meluluhlantahkan rumah mereka pada Selasa (27/10/2020) pagi. Beruntung keluarga yang terdiri dari dua orang lansia, dua orang dewasa dan satu balita itu berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara gemuruh sesaat sebelum peristiwa itu terjadi.

Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri dan anaknya yaitu Kusnan, 35; Tutik Nuryanti, 29; Natasha Nur Soleha, 4 serta kedua orang tua Kusnan, Paito Sumo Wiyono, 60 dan Puniyah, 60. Mereka tinggal secara terpisah di tiga rumah yang saling berdekatan di wilayah RT 62, RW 19, Plampang II.

Kepada awak media, Kusnan menuturkan tanah longsor terjadi pada pukul 04.30 WIB. Ketika itu, Kusnan yang masih terlelap dikagetkan dengan suara gemuruh dari luar rumahnya. Ketika dicek, ia melihat salah satu bangunan rumah miliknya yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan genset, peralatan elektronik dan perangkat soundstystem sudah hancur tertimbun longsoran tanah. Longsoran itu bersumber dari tebing setinggi 60 meter yang terletak tepat di belakang rumahya.

Mendapati dirinya dalam bahaya, Kusnan lantas membangunkan istri dan anaknya untuk segera keluar dari rumah mereka. Nahas pintu rumah ternyata tak bisa dibuka karena sudah tertutup material longsor. “Saya saat itu panik dan bingung mau keluar lewat mana, akhirnya meloncat keluar lewat jendela. Pas lari keluar saya sempat nginjak kabel yang putus dan sempat kesetrum, tetapi saya tetep lari untuk nyelamatin bapak ibuk yang ada di rumah sebelah,” kata Kusnan saat ditemui di kediamannya, Selasa siang.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, Kusnan membawa keluarganya ke rumah kerabat terdekat untuk mengungsi. Sedangkan Kusnan melaporkan peristiwa ini kepada warga sekitar.

Kusnan menuturkan malam sebelum kejadian, atau Senin (27/10/2020), wilayah Kalirejo diguyur hujan cukup lebat. Saat itu dia tak punya firsat jika tebing yang ada di belakang rumahnya bakal longsor. Selama ini lanjutnya, wilayah di mana Kusnan dan keluarganya tinggal juga belum pernah terjadi bencana longsor.

“Saat itu belum keliatan tanda-tanda mau longsor. Cuma saya lihat kerikil dari atas tebing pada berjatuhan, tetapi saya tidak mikir kalau itu bakal longsor, mengingat atas rumah saya itu udah ada jalan tanah yang cukup lebar. Pikir saya kalau longsor ya mentok nutup jalan itu, gak sampai ke rumah. Tapi gatau kalau kejadiannya ternyata bisa seperti ini,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, dua rumah yang masing-masing dihuni Kusnan bersama anak istrinya; kedua orang tua Kusnan; dan satu rumah yang difungsikan sebagai gudang rata dengan tanah. Kerugian materil yang diderita ditaksir mencapai lebih dari Rp150 juta. “Kurang lebih Rp150 juta,karena selain rumah yang rusak beserta isinya, kami juga kehilangan tiga sepeda motor, serta seperangkat soundsytem dan peralatan elektronik, karena kebetulan saya ini membuka jasa servis elektronik,” ujarnya.

Lurah Kalirejo, Lana mengatakan selain di Plampang II, serupa juga terjadi di dua dusun lain di Kalirejo yaitu Plampang I dan Plampang III. Namun menurutnya dampak bencana paling parah di Plampang II yang menimpa rumah Kusnan dan keluarganya. “Untuk dua dusun lain juga ada tapi tidak terlalu parah, rata-rata hanya menimpa dinding tak sampai hancur kaya begini,” kata Lana.

Menurut Lana, peristiwa tanah longsor di Kalirejo merupakan hal yang biasa terjadi saat musim hujan tiba. Namun dari sekian peristiwa, baru kali ini yang menimbulkan dampak kerusakan paling parah. “Untuk kali ini memang lumayan parah,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana yang datang langsung meninjau lokasi dampak bencana tanah longsor di Plampang II menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kejadian ini. Diupayakan ada bantuan yang diberikan kepada korban agar bisa mendapat hunian baru entah itu di lokasi yang sama atau di tempat lain.

“Kami bersama BPBD meninjau kondisi ini dan nanti akan menindaklanjutinya bagaimana agar rumah milik ini bisa kembali dihuni. Tetapi kalau berdasarkan hasil pengamatan saya lokasi longsoran itu bisa kembali didirikan rumah, cuma nanti akan ditinjau kembali,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, tim gabungan dari unsur kepolisian, TNI, BPBD, Tagana dan sukarelawan masih melakukan pembersihan di lokasi longsoran tanah di Plampang II. Pembersihan yang turut melibatkan warga sekitar itu dilakukan dengan alat berat dan berbagai macam benda yang bisa digunakan.