Optimalisasi Legalitas dan Branding Pada Usaha Briket Arang Batok Kelapa BriqCo

Tim PPUD Unisa yang diketuai oleh Diyah Candra Anita, dari Fakultas Ilmu Kesehatan, melalui program pendanaan kegiatan pengadian masyarakat dari Ristek DIkti, berhasil mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan usaha ekspor briket arang batok kelapa BriqCo. - Ist.
28 Oktober 2020 10:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tim PPUD Unisa yang diketuai oleh Diyah Candra Anita, dari Fakultas Ilmu Kesehatan, melalui program pendanaan kegiatan pengadian masyarakat dari Ristek DIkti, berhasil mengimplementasikan rencana untuk meningkatkan usaha ekspor briket arang batok kelapa BriqCo.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2018, dan sesuai tujuan pada tahun ketiga, adalah aspek legalitas usaha pabrik. BriqCo kemudian menginisiasi legalitas usaha melalui CV. Barokah Briquettes Coconesia. CV telah terbit di notariat, yang kemudian disertai dengan telah terbentuknya NPWP dari pemilik usaha, yaitu Novi Setiawan.

Selain mengupayakan aspek legalitas, tim pun melakukan peningkatan kapasitas produksi berupa oven permanen untuk meningkatkan kapasitas pengeringan briket. Harapannya, produksi tiap hari bisa berkisar 2.25-2.5 ton.

Untuk mengkokohkan usahanya, maka BriqCo kemudian Bersama tim PPUD mengupayakan relokasi pabrik ke tempat yang lebih luas dan memiliki surat izin gangguan (Hinder Ordonnantie). Proses relokasi sampai saat ini sedang berlangsung, dan lokasi merupakan tempat ideal karena cargo bisa masuk saat pengangkutan produksi.

BriqCo pun mulai mengemas limbah produksi menjadi bara-bara, yaitu briket batok kelapa dengan kualitas yang lebih rendah, yang dibuat untuk usaha barbeque local. Pemanfaatan limbah ini patut diacungi jempol karena artinya semuanya bisa termanfaatkan secara optimal. Produksi bara-bara masih belum memenuhi target, karena masih terkendala bahan baku batok kelapa yang semakin sulit didapat, akibat beberapa kelapa di Sumatra telah diekspor ke luar negeri.

Produksi pada kondisi covid masih stabil di kisaran 2 ton per hari. Jumlah karyawan pun meningkat menjadi 41 karyawan. Saat bulan Juni, BriqCo bersama tim melakukan bantuan sembako kepada para karyawan.