Gila! Ada Hotel di Jogja Naikkan Tarif hingga 1.500 Persen di Libur Panjang Kali Ini

Ilustrasi - Freepik
30 Oktober 2020 22:07 WIB Anton Wahyu Prihartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga menginap di Jogja pada long weekend akhir Oktober ini melambung sangat tinggi. Bahkan ada hotel yang menaikkan tarif hingga 15 kali lipat atau 1.500 persen.

Pengalaman susahnya mencari hotel pada long weekend dialami oleh Purwoko, 48, yang datang ke Jogja karena ingin menghadiri hajatan saudaranya. Sebenarnya, dia sudah lama mem-booking kamar sekitar tiga pekan lalu karena memprediksi Jogja bakal dipadati wisatawan saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad.

“Saya pesan melalui Traveloka. Seingat saya, saya check in pada Kamis. Tapi, ternyata saya pesannya baru mulai Jumat. Sehingga saya belum bisa masuk. Saya jadi bingung mau nginep di mana, sementara hotel juga sudah penuh,” ujar Purwoko, Jumat (30/10/2020).

BACA JUGA: Pakar Penyakit Menular Bilang Pakai Masker Cukup Mampu Mencegah Lockdown

Dia kemudian berusaha mencari hotel lainnya di Jogja. Namun, banyak hotel bintang dua hingga bintang lima yang sudah penuh. Kalaupun ada, harganya sudah tidak wajar.

“Saya cek di Traveloka, malah ada hotel di Jalan Solo yang biasanya jual Rp500.000 hingga Rp600.000, semalam saya cek harganya Rp8 juta lebih. Sudah naik lebih dari 1.500 persen. Sementara hotel lain di Jl Solo dan wilayah lainnya juga sudah penuh,” ungkap Purwoko.

Dia tak habis pikir ada hotel yang menaikkan harga hingga lebih dari 1.000 persen. Namun. di mengaku wajar jika ada manajemen hotel yang menaikkan harga hingga berlipat-lipat pada musim liburan ini. “Kalau naiknya lima kali lipat dari harga normal sih masih lumrah. Mungkin momen liburan ini merupakan kesempatan bagi hotel untuk mendapatkan keuntungan besar setelah kemarin sempat lesu,” kata dia.

Dia mengakui bahwa Jogja merupakan salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi pelancong. Jadi, sangat wajar jika pada libur panjang kali ini Jogja diserbu wisatawan dari berbagai daerah sehingga berimbas pada tingkat hunian hotel. "Mungkin momen-momen seperti ini berkah bagi industri hotel. Tapi kalau mau menaikkan harga, mbok yang wajar agar wisatawan juga nyaman saat berlibur di Jogja," ujar Purwoko berharap.