Parkir Bus di Eks Menara Kopi Kotabaru Naik Drastis Saat Libur Panjang
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Ilustrasi kamar hotel Greenhost./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau pelaku usaha perhotelan agar membatasi kenaikan harga sewa kamar selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) maksimal 40%.
Ketua PHRI DIY Dedi Pranowo Eryono mengatakan imbauan tersebut telah disampaikan kepada seluruh anggota PHRI di DIY. Menurutnya, kebijakan batas kenaikan harga sudah menjadi kesepakatan yang diterapkan setiap tahun.
“Kalau ada kenaikan, itu sudah ada kesepakatan batas bawah dan batas atas seperti tahun-tahun lalu. Batas atas maksimal 40 persen dari public rate. Tapi melihat kondisi sekarang, teman-teman masih melihat situasi dan daya beli, jadi tidak gegabah,” kata Dedi, Minggu (14/12/2025).
Meski demikian, Dedi menyebut mayoritas pelaku usaha hotel di DIY memilih menaikkan tarif kamar hanya sekitar 10–20 persen. Langkah tersebut diambil untuk menjaga minat kunjungan wisatawan di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, tingkat reservasi hotel di DIY pada periode 20–31 Desember 2025 masih berada di kisaran 30–50 persen. Angka tersebut turun sekitar 10–15 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.
Dedi menjelaskan kenaikan tarif kamar hotel tetap mempertimbangkan peningkatan biaya operasional dan bahan baku hotel serta restoran yang biasanya mulai terasa menjelang akhir tahun. Ia memperkirakan lonjakan biaya operasional mulai terjadi sekitar 20 Desember 2025.
Namun demikian, reservasi kamar hotel untuk puncak libur Nataru pada 30–31 Desember 2025 dinilai belum menunjukkan kenaikan signifikan. Dedi menilai perubahan pola wisatawan yang cenderung datang langsung tanpa melakukan pemesanan jauh-jauh hari turut memengaruhi tingkat hunian hotel.
Selain itu, tidak semua wisatawan yang datang ke DIY menginap di hotel anggota PHRI. Sebagian wisatawan memilih menginap di rumah keluarga, homestay, vila, atau kos-kosan harian yang belum seluruhnya tertata dan berizin.
“Banyak wisatawan yang pulang ke Jogja memilih menginap di rumah keluarga atau akomodasi nonhotel. Jadi, jumlah kunjungan ke Jogja belum tentu mendongkrak okupansi hotel anggota kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.