Wisatawan Perlu Waspadai Objek Wisata Rawan Bencana di Kulonprogo

Waduk Sermo di Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
30 Oktober 2020 13:47 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo meminta wisatawan yang akan berlibur ke sejumlah objek wisata di Bumi Menoreh dalam masa libur panjang akhir pekan ini mewaspadai adanya potensi bencana di daerah wisata.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi menuturkan sejumlah objek wisata di Kulonprogo berlokasi di wilayah rawan bencana. Objek wisata yang berada di daerah perbukitan tergolong rawan longsor. Sementara, objek wisata di daerah pantai perlu diwaspadai kemungkinan adanya gelombang besar.

Jawatannya meminta wisatawan untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di obyek wisata untuk keselamatan diri wisatawan. Sebab, dalam masa libur panjang akhir pekan yang masih akan berlangsung hingga Minggu (1/11/2020) mendatang, wilayah Kulonprogo memasuki masa awal musim penghujan.

BACA JUGA: Dulu Sempat Viral, Kebun Bunga Amarilis di Gunungkidul Kembali Mekar

"Wisatawan di pantai perlu waspada kenaikan permukaan air laut dan ketinggian gelombang. Kalau wisata di daerah bukit, misal di Waduk Sermo, perlu memperhatikan jalur evakuasi," kata Ariadi kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Menurutnya, wisatawan perlu memperbarui informasi terkait cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum berangkat ke objek wisata.

"Wisatawan juga harus mengetahui gejala-gejala alam. Kalau sudah di atas [obyek wisata di bukit] kemudian turun hujan, sebaiknya segera cari tempat aman atau ikuti petunjuk petugas," ujarnya.

BACA JUGA: Bisnis Wisata di Pulau Komodo 'Memanas'

Ariadi menegaskan jawatannta siap mengamankan wisatawan yang berlibur ke Kulonprogo akhir pekan ini. BPBD Kulonprogo telah berkoordinasi dengan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo. "Ada jaminan keselamatan dari pengelola wisata. Pokoknya tetap berwisata, tapi juga harus waspada. Protokol kesehatan juga wajib diikuti," tegasnya.

Penanggung Jawab Seksi Perlengkapan SRI Wilayah V Kulonprogo, Nurzaeni, menuturkan siap mengamankan wisatawan di sepanjang pantai di Kulonprogo. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari BMKG, selama dua hari sejak Kamis (29/10/2020) hingga Jumat (30/10/2020), gelombang Pantai Selatan tergolong tinggi sehingga wisatawan diperingatkan untuk tidak terlalu dekat ke bibir pantai.

Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulonprogo juga turut serta dalam koordinasi bersama BPBD Kulonprogo selama masa libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan awal musim penghujan ini. Sebab, sejumlah rute ke destinasi wisata di Kulonprogo tak jarang terdampak longsoran tanah.

Kepala Dinpar Kulonprogo Joko Mursito mengatakan koordinasi ini juga melibatkan pemerintah kalurahan dan kapanewon setempat. "Harapannya kami bisa menginformasikan kepada wisatawan. Jangan sampai mereka kecele, mau datang ke salah satu destinasi wisata, tapi jalannya kelongsoran. Kami akan update informasi ini,” kata dia.