Waspadai Gelombang Tinggi di Pantai Selatan

Ilustrasi gelombang di pantai. - JIBI
01 November 2020 07:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat terutama wisatawan yang berlibur di Kawasan Pantai Selatan hendaknya meningkatkan kewaspadaan. Mengingat Badan Meteorologi Geofisik (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sepanjang perairan selatan, salah satunya wilayah DIY.

Berdasarkan informasi yang diunggah di twitter @StaklimJogja, surat berisi tentang peringatan dini gelombang tinggi itu dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap. Peringatan ini berlaku sejak Sabtu (31/10/2020) malam hingga Minggu (1/11/2020) malam.

Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa pola angin di Indonesia pada umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan antara 5 – 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Mauluku, Perairan Kepulauan Sangihe- Kepulauan Talaud, perairan utara Kepulauan Halmahera, laut Halmahera dan Samudera Pasifik utara Papua Barat.

Kondisi tersebut di atas mengakibatkan peningkatan gelombang tinggi di Samudera Hindia Selatan, salah satunya perairan selatan DIY. Adapun tinggi gelombang diperkirakan antara 2,5 meter hingga 4 meter dan diperkirakan hujan ringan di sepanjang perairan tersebut.

BMKG juga meminta untuk memperhatikan risiko terhadap keselamatan pelayaran antara lain :

- Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter)

- Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter)

- Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter)

- Kapal ukuran besar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).

Melalui surat tersebut BMKG juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu meningkatkan kewaspadaan.