Satpol PP DIY Temukan 2.883 Pelanggaran Protokol Kesehatan, Terbanyak di Malioboro

Sejumlah personel TNI maupun Polri saat melakukan imbauan kepada pengendara yang melewati Malioboro pada saat giat pendisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 di sepanjang Malioboro pada Jumat (18/9/2020). - Ist/Polresta Jogja
02 November 2020 16:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan wisatawan memasuki DIY saat libur panjang pada Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020). Dalam rentang waktu lima hari tersebut, Tim Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY menemukan setidaknya 2.883 pelanggar protokol kesehatan.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan pelanggaran tersebut ditemukan di 64 titik objek wisata dan tempat umum perkotaan. “Dominasi pelanggaran tidak pakai masker, paling banyak perkotaan, Malioboro,” ujarnya, Senin (2/11/2020).

BACA JUGA: Orang Kaya Inggris Ini Menambang Berlian dari Langit

Adapun rincian pelanggaran per hari meliputi Rabu 270 orang, Kamis 664 orang, Jumat 380 orang, sabtu 519 orang dan Minggu 1.050 orang. Pelanggaran tersebut semuanya berkaitan dengan pemakaian masker. Pelangga dijatuhi sanksi sosial berupa menyapu jalan atau memungut sampah jika lokasinya di pantai.

Menurutnya wisatawan kebanyakan dari luar DIY, sehingga tidak tahu tentang sosialisasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang selama ini sudah diberikan kepada masyarakat Jogja.

“Pelanggar selama long weekend paling banyak dari Jawa Tengah. Kalau pengunjung paling banyak dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jakarta,” kata dia.

BACA JUGA: Diterjang Ombak, Warung dan Fasilitas Umum di Pantai Glagah Porak Poranda

Satpol PP DIY juga telah mendata total pelanggaran protokol kesehatan selama Oktober, yakni sebanyak 9.485 orang. Jumlah ini menurun jika dibanding pada bulan sebelumnya, September, sebanyak 12.154 orang.

“Pengunjung objek wisata lebih banyak di Malioboro ketimbang pantai. Pantai yang banyak salah satunya Baron. Rata-rata sehari 1.000-2.000 pengunjung per di satu objek wisata. Kalau Minggu ramai rata-rata di atas 3000 pengunjung,” kata dia.

Sementara, selama Oktober sebanyak 59 pelaku usaha melamggar protokol kesehatan, yakni tidak menerapkan jaga jarak. Mereka diberi surat peringatan pertama.