Aktivitas Terus Meningkat, Status Merapi Naik Jadi Siaga!

Seorang warga melintasi area persawahan di lereng Gunung Merapi, di Wukirsari, Cangkringan, Sabtu (31/10/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
05 November 2020 13:52 WIB Budi Cahyana Sleman Share :

Harian Jogja, SLEMAN—Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Merapi dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).

Kenaikan tersebut karena sejak Oktober 2020, kegempaan meningkat semakin intensif. Bahkan, Rabu (4/11/2020) kemarin, rata-rata gempa vulkanik dangkal mencapai 29 kali per hari, dengan gempa multiphase (MP) 272 kali per hari, guguran 57 kali per hari ,dan embusan 64 kali per hari.

BACA JUGA: Perkiraan Biaya Hidup Habib Rizieq di Arab Saudi: Puluhan Juta Rupiah per Bulan

“Kondisi tersebut sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava pada 26 April 2006, tetapi masih lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum erupsi 2010”  kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, melalui keterangan tertulis.

BPPTKG menaikkan level Merapi menjadi Siaga mulai Kamis ini pukul 12.00 dan meminta penambangan di kawasan rawan benvana (KRB) III dihentikan. Pelaku wisata juga diminta tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III.

Di Sleman, perkiraan daerah bahaya meliputi Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo; Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo; dan Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo.