Dekan FK-KMK UGM Bawa Suara Komunitas Jalanan Indonesia ke Forum Pandemi Global
Dekan FK-KMK UGM Prof. Yodi Mahendradhata membawa isu komunitas jalanan Indonesia dalam forum kesiapsiagaan pandemi global di New York.
Sejumlah perempuan di tingkat desa mengikuti pelatihan dalam rangka mewujudkan desa mandiri./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Di tengah tantangan pembangunan yang dihadapkan pada problematika kemiskinan dan ketimpangan pembangunan, maka orientasi pembangunan berkelanjutan sudah seharusnya menitikberatkan pada pembangunan desa yang bertumpu pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Sementara itu, gerusan ideologi materialistis yang setiap hari mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari semakin mengeksplorasi pola konsumsi masyarakat yang jauh dari skema keberlanjutan. Alhasil, gerusan itu, meluruhkan nilai-nilai kearifan lokal yang sebenarnya menjadi modal dasar dalam menwujudkan pembangunan perekonomian yang tidak sekedar tumbuh pesat tetapi juga harus mempertimbangkan aspek keadilan dan pemerataan.
Baca juga: BPR di DIY Didorong Punya Penyuluh Prokes Cegah Munculnya Klaster Covid-19
Karena itu, bingkai Desa Preneur dikembangkan sebagai jawaban atas kegelisahan pembangunan desa yang magnetnya semakin mendekat menjadi wilayah urban, ketika generasi muda produktifnya banyak yang beralih ke kota atau meninggalkan sektor agraris karena dianggap tidak menjanjikan.
Desa Preneur adalah status bagi suatu kawasan yang masih memiliki semangat enterprenerspirit atau konsisten menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam mengembangkan ekonomi lokal secara kreatif. Ekonomi lokal yang bercirikan para UMKM diharapkan mampu menyangga stabilitas perekonomian desa dengan mendorong produk-produk lokal semakin naik kelas, semakin berkualitas, semakin disukai pasar, dan memiliki nilai lebih yang unik.
“Maka, sejak dua tahun terakhir, Pemda DIY melalui Dinas Koperasi UKM DIY berkampanye pengembangan Desa Preneur dalam skema kewirausahaan desa untuk mendorong dinamisasi perekonomian lokal untuk bercita rasa global,” ujar Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Wisnu Hermawan dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (10/11/2020).
Sekurangnya tedapat 15 Desa Preneur yang sedang dikembangkan secara bertahap, dengan skema desa penumbuhan, desa pengembangan, dan desa maju. Kampanye Desa Preneur ini dilaksanakan selama tiga tahun pada suatu wilayah desa, dengan menggandeng expert yang memiliki konsep yang sama.
Baca juga: DPRD Jogja Awasi Penggunaan Dana Hibah Kemenparekraf
Maka, untuk teknis pelaksanaannya implementasi Desa Preneur juga bisa diterapkan melalui semangat Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur yang juga memiliki desain pendampingan terwujudnya semangat enterprenerspirit. Adanya usaha yang berkelanjutan dengan produk UMKM yang dikelola secara benar sehingga bisa dibranding hingga naik kelas, menjadi skema yang saling mengisi. Dengan demikian, Desa Preneur adalah salah satu bentuk pendampingan yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat agar berdaya secara ekonomi dengan produk-produk usaha yang unggul.
Penentuan produk, pengelolaan produk yang tepat disertai tatakelola pengemasan hingga branding yang berkelanjutan; menjadi kunci bahwasanya dari desa bisa memberikan sesuatu yang berharga dalam konteks kemandirian wilayah pada perspektif ekonomi berkelanjutan. Semakin banyak desa yang memiliki status Desa Preneur, maka pemerataan pembangunan akan semakin mendekati kenyataan dan bukan sekedar utopia belaka. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dekan FK-KMK UGM Prof. Yodi Mahendradhata membawa isu komunitas jalanan Indonesia dalam forum kesiapsiagaan pandemi global di New York.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.