BPR di DIY Didorong Punya Penyuluh Prokes Cegah Munculnya Klaster Covid-19

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
10 November 2020 09:17 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY mendorong masing-masing BPR dan BPR Syariah untuk memiliki penyuluh gerakan pakai masker. Penyuluh ini membantu dalam menekan penularan Covid-19 di area bank.

Ketua Perbarindo DIY Ascar Setiyono menyampaikan sejak pandemi Covid-19 melanda DIY, Perbarindo langsung meminta BPR-BPR anggota untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dalam aktivitas maupun layanan yang diberikan. Di antaranya memakai masker, menyediakan perlengkapan cuci tangan, mengatur tempat duduk, dan mengecek suhu tubuh karyawan dan nasabah.

Selain itu, Perbarindo juga telah mengikutkan seluruh pengurus BPR di DIY menjadi penyuluh Gerakan Pakai Masker (GPM). Masing-masing satu sampai dua orang untuk satu kantor.

Baca juga: Wisatawan di Gua Cemara Dapat Masker Gratis

"Tugas penyuluh ini memberikan informasi pentingnya memakai masker sebagai bentuk melindungi diri dan orang lain di lingkungan pekerjaan, keluarga maupun tempat tinggal. Tugas kedua [penyuluh] membuat atau menyampaikan program penyuluhan di lingkungannya," kata Ascar kepada Harianjogja.com, Senin (9/11/2020).

Kegiatan Penyuluhan Pakai Masker (PPM) bagi para penyuluh klaster BPR-BPRS sudah digelar pada Jumat (6/11/2020) lalu melalui media daring. Narasumber yang hadir antara lain Ketua Umum Perbarindo dan beberapa pihak dari Gerakan Pakai Masker (GPM).

Sementara itu, Direktur Utama BPR Ukabima Nindya Rahaja di Gunungkidul, Sudjut Budi Utomo menyampaikan kantornya sudah mengikuti arahan pemerintah dalam menekan penularan Covid-19. Selain memakai masker, BPR yang dipimpinnya juga sudah membiasakan untuk mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. "Gerakan 3M kami terapkan baik untuk internal bank maupun eksternal [pengunjung bank dan keluarga]," tuturnya.

Baca juga: Merajut Mimpi Enam Bupati di Jateng Selatan & DIY

Ia mengakui, pada masa pandemi ini, jumlah nasabah yang datang ke kantor menurun. "Sehari rata-rata 10 nasabah," tuturnya.

Kendati jumlah pengunjung menurun, BPR Ukabima tetap menerapkan 3M secara ketat bagi para karyawan dan pengunjungnya.