Merapi Siaga, Penambang Masih Beroperasi di Kali Gendol

Sebuah truk penambang pasir yang masih terlihat melakukan aksi penambangan di Kali Gendol, Dusun Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis (12/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
12 November 2020 19:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Penambang manual masih ditemukan beroperasi di Sungai Gendol, Cangkringan, Sleman meski Merapi berstatus siaga. Penambang rakyat ini terpaksa beroperasi dengan alas an untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com pada Kamis (12/11/2020), upaya penambangan manual masih berlangsung di Kali Gendol, Dusun Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Aktivitas penambangan tersebut berjarak sekitar enam sampai dengan tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masih ditemukan truk pula yang masuk di kawasan Kali Gendol ini.

BACA JUGA : BPPTKG Beberkan Perkiraan Panjang Luncuran Awan Panas

Padahal pada Rabu (11/11/2020) lalu Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan dalam skenarionya jika Merapi meletus kawasan Gendol menjadi paling terdampak. Luncuran awan panas diperkirakan sekitar 9 kilometer khusus untuk Kali Gendol. BPPTKG membuat skenario perkiraan khusus untuk Gendol paling panjang dibandingkan sungai lain yang berhulu di Merapi.

Namun para penambang manual yang nekat beroperasi mereka mengaku terpaksa. Sri Sutarti, 27, warga Dusun Kopeng, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, yang berprofesi sebagai seorang penambang pasir di Kali Gendol mengatakan, ia terpaksa harus menambang pasir. Meski kondisi Gunung Merapi naik menjadi siaga (level tiga). Alasannya karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari termasuk membeli kuota untuk proses pembelajaran anaknya.

"Saya masih turun mencari pasir karena memang butuh uang. Saya harus membiayai anak saya sekolah. Apalagi, sekarang sekolah sistemnya daring jadi butuh kuota," ungkap Sri Kamis (12/11/2020).

BACA JUGA : BPNB: Waspada Luncuran Awan Panas Merapi

Camat Cangkringan Suparmono mengatakan pihaknya sudah membuat surat edaran agar penambangan galian C di wilayah Cangkringan dihentikan untuk sementara menyusul status Gunung Merapi menjadi siaga (level tiga).

"Nanti akan kami minta dari polsek untuk cek lagi. Intinya semua tutup. Kecamatan juga sudah membuat surat penambangan di Kali Gendol untuk ditutup. Nanti saya informasikan lagi ke pak lurah dan kapolsek untuk ditindaklanjuti. Intinya sudah minta tutup semua," terang Suparmono.

Pihaknya juga sedang mencari solusi bagi warga yang notabene hanya berprofesi sebagai penambang pasir. Terlebih, menambang pasir menjadi satu-satunya sumber nafkah bagi sebagian warga. "Nanti tak diskusikan lagi sama kelurahan, bagaimana mencari jalan keluar terbaiknya," ujarnya.

BACA JUGA : Luncuran Awan Panas Sampai 1.100 Meter, Merapi Tetap

Penutupan area penambangan bukan tanpa alasan. Penutupan semata-mata dilakukan untuk menjaga keselamatan warga dari potensi ancaman Gunung Merapi. "Intinya penutupan ini juga untuk keselamatan warga. Betul, yang utama ya keselamatan warga semuanya," katanya.