Kasasi Ditolak MA, Lurah Bohol Margana Segera Bebas Akhir Oktober
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
Tangkapan layar video di Pantai Kesirat, Gunungkidul. /@Instagram.
Harianjogja.com, PANGGANG – Pantai Kesirat di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul mendadak viral di dunia maya karena ada unggahan video tentang banyaknya sampah di kawasan tersebut. Menanggapi keluhan ini, Pemerintah Kalurahan berjanji akan mengoptimalkan dalam upaya kebersihan sehingga masalah yang sama tidak muncul di media sosial.
Video viralnya Pantai Kesirat pertama kali diunggah oleh akun instagram @ryonadio. Kemudian video tersebut dibagikan akun lainnya, yakni @wonderfuljogja. Hingga Kamis (12/11/2020) siang, video ini sudah ditonton lebih dari 280.000 viewer. Komentar warganet pun terbelah. Di satu sisi ada yang memuji keindahan Pantai Kesirat. Namun, banyak yang menyoroti tentang sampah yang muncul di kawasan tersebut.
BACA JUGA : Wisata Pantai Gunungkidul Dipadati Pengunjung, Jaga Jarak
“Sedih banget detik2 terakhir ada sampah plastik, tolonglah para pengunjung klo lg ke tempat wisata jangan tinggalin sampah sembarangan,” tulis akun @selynfebrida di kolom komentar Instagram @wonderfuljogja.
Lurah Girikarto, Tuyadi saat dikonfirmasi kemarin, tidak menampik adanya video viral yang menyoroti tentang sampah di Pantai Kesirat. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan tindakan dengan melakukan rapat bersama dengan pamong kalurahan.
“Semalam sudah kami rapatkan bersama-sama dengan teman-teman,” kata Tuyadi, Kamis.
Menurut dia, untuk pengelolaan sampah baik di Pantai Kesirat ataupun Wohkudu sudah ada pengelola di lapangan. Adanya video yang viral ini membuktikan pengelolaan yang belum maksimal. Oleh karenanya, secara pribadi sudah meminta kepada kepala dusun di wilayah bersangkutan untuk melakukan pengawasan secara optimal.
BACA JUGA : Wisata Pantai Gunungkidul Dipadati Pengunjung, Bagaimana
“Terima kasih informasinya. Pak kadus sudah saya minta untuk melakukan pengecekan dan petugas diminta segera membersihkan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, pengelolaan sampah di kawasan pantai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok sadar wisata, namun para pengunjung diminta ikut berpartisipasi. Ia berharap kesadaran masyarakat dan pengunjung untuk mengelola sampahnya, sehingga tidak mengotori destinasi wisata.
“Secara khusus pengelolaan ada di dinas lingkungan hidup. Tapi, semua pihak harus berpartisipasi agar kebersihan di destinasi terjaga,” katanya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, pihaknya menjadi penanggungjawab untuk masalah kebersihan. Hanya saja, untuk menjangkau seluruh kawasan pantai masih kekurangan personel.
“Kami baru memiliki sembilan petugas kebersihan dan ini menangani kebersihan di Pantai Baron, Krakal, Kukup, Drini, dan Sepanjang,” katanya.
BACA JUGA : Gelombang Tinggi Ancam Libur Panjang di Pantai Gunungkidul
Aris mengimbau kepada pelaku wisata untuk mengelola sampah secara mandiri sebelum membuang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di Baleharjo, Wonosari. Selain itu, pengunjung juga diminta tidak membuang sampah secara sembarangan.
“Di seluruh destinasi sudah ada tempat sampah. Ini harus dimanfaatkan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasasi JPU dalam kasus korupsi Lurah Bohol Margana ditolak MA. Margana telah dieksekusi dan diperkirakan bebas setelah masa pidananya berakhir 27 Oktober 2026.
SDN Purwosari memanfaatkan sekitar 600 galon bekas untuk kebun sekolah. Siswa belajar bertani, mengolah limbah, dan mengenal ketahanan pangan.
Sahran Hadziq meraih gelar doktor hukum di FH UII lewat disertasi tentang sistem pemidanaan nasional berbasis kearifan lokal masyarakat adat Bali.
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026 mengatur komisi pengemudi, perlindungan sosial, transparansi biaya, dan layanan pengaduan konsumen.
Hasto Wardoyo meminta seluruh kemantren di Jogja meniru program Bapak Asuh Trotoar untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan trotoar
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.