Ini Dua Pedukuhan yang Jadi Prioritas Pembayaran Ganti Rugi Tol Jogja-Solo

Tim appraisal Jalan Tol Jogja Solo mendatangi warga yang lahannya tergusur tol di Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (12/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 November 2020 05:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tim appraisal (penaksir harga tanah) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY mulai mencocokkan data lahan terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo, Kamis (12/11/2020). Dua lokasi yang jadi prioritas pembayaran ganti rugi adalah Kadirojo 2 dan Temanggal 2, Kalurahan Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Masing-masing tim beranggotakan tiga orang. Mereka sudah membawa berkas berisi data masing-masing lahan dan bangunan milik warga terdampak. Data tersebut sebelumnya diperoleh Satgas A dan Satgas B yang lebih dulu turun ke warga.

BACA JUGA: Merapi Siaga, Penambang Masih Beroperasi di Kali Gendol

"Kami mencocokkan data yang sudah ada. Berapa luas bangunan, kondisi bangunan, jumlah tanaman dan lainnya. Semua dicocokan dengan berkas yang kami bawa," kata Ryan, salah seorang anggota tim penaksir saat melakukan pencocokan data di Dusun Temanggal 2.

Tim juga menanyakan ulang data-data yang dirasa belum lengkap kepada para pemilik lahan. Tim akan mencatat kekurangan data ke dalam berkas sebelum warga menandatangani berkas persetujuan. "Kami lakukan pendataan ini secara transparan. Targetnya sekitar 40 bidang dulu kemudian dilanjutkan sampai selesai. Nanti tim Kadirojo 2 akan membantu kalau belum selesai. Sebab di sini yang dicocokkan ada 190 bidang," ujar dia.

Kepala Dusun Temanggal 2 Purwomartani, Ngadiyono, mengatakan pencocokan dilakukan sesuai data yang sebelumnya disampaikan oleh warga. Data-data tersebut disusun oleh tim Satgas B kemudian di-review oleh warga. Warga yang keberatan dengan hasil pendataan kemudian mengajukan sanggahan atau perbaikan.

BACA JUGA: Nilai Investasi Proyek Tol Jogja-Bawen Rp14 Triliun

Di Temanggal 2, ada 193 bidang yang terdampak jalan tol. Sebagian besar bidang terdampak berupa lahan sawah dan hanya sedikit saja yang berupa bangunan. Dari jumlah tersebut, pemberkasan tiga bidang belum selesai karena terganjal masalah pembagian waris. Ada juga lahan yang pemiliknya sampai saat ini belum ditemukan.

"Pengecekan tetap berjalan sampai nanti proses pembayaran tetap dilanjutkan. Kalau belum selesai, maka dana ganti untungnya akan dititipkan ke pengadilan," katanya.

Ngadiyono mengatakan pembebasan lahan di  Temanggal 2 dan Kadirojo 2 diprioritaskan untuk diselesaikan tahun ini. "Jika tidak ada perubahan atau rintangan, proses pembayaran ganti untung dilakukan Desember mendatang. Mudah-mudahan," ujarnya.

BACA JUGA: Habib Rizieq Tawarkan Rekonsiliasi dengan Pemerintah, Istana: Tidak Perlu

Hal senada disampaikan Kepala Kadirojo 2 Petrus Budi Santosa. "Targetnya per hari 30 bidang, bisa tiga sampai empat hari selesai," kata Budi.

"Tim ini hanya mencocokkan data tetapi tidak sampai mengeluarkan berapa nilainya. Setelah tim selesai mencocokan data, warga akan dikumpulkan untuk penawaran harga sebelum proses pembayaran," ujarnya.

Staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi mengatakan di Kadirojo 2 dan Temanggal 2 ada 294 bidang yang akan dibebaskan untuk proyek Tol Jogja-Solo.

“Pedukuhan tersebut yang akan diprioritaskan untuk pembayaran [ganti untung] pada Desember," kata Galih.