Aktivitas Merapi Cukup Tinggi, Sepekan Terjadi 244 Gempa Vulkanik & 385 Gempa Guguran

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 November 2020 20:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com. JOGJA--Aktivitas Gunung Merapi masih terus menunjukkan peningkatan, meski cenderung stabil. Dalam laporan mingguan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada pengamatan 6-12 November, terdapat peningkatan aktivitas kegempaan dibanding pekan sebelumnya.

Dalam minggu ini, terjadi sebanyak 244 kali gempa vulkanik dangkal, 2.189 kali gempa multi fase, sembilan kali gempa low frekuensi, 385 kali gempa guguran, 403 kali gempa hembusan dan enam kali gempa tektonik. Sementara analisis morfologi area kawah belum menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Kondisi Merapi Lampaui Erupsi 2006

Kepala BPPTKG Hanik Humaida, menjelaskan sampai saat ini data aktivitas tersebut masih cukup tinggi. “Namun tidak ada kenaikan signifikan. Sekarang kondisinya stabil tapi tinggi. Ada juga beberapa guguran yang sudah agak jauh, terjadi guguran ke arah barat laut, ke kawah juga ada. Ini mengindikasikan ada desakan magma dari dalam, sehingga material di sekitar kawah sudah tidak stabil,” ungkapnya, Jumat (13/11/2020).

Sampai data saat ini kata dia, kemungkinan erupsi seperti 2010 tidak terjadi. Indikasinya tidak ada kenaikan eksponensial atau peningkatan signifikan dari aktivitas kegempaan dan pemendekan jarak tunjam atau deformsai. Dari juni, terjadi pemendekan 1 cm per minggu, yang terjadi berlangsung beberapa minggu. Lalu pemendekan 2 cm per minggu yang juga terjadi beberapa minggu.

BACA JUGA : BPPTKG Beberkan Perkiraan Panjang Luncuran Awan Panas

“Kalau ada eksplosif dan lontaran awan panas maksimal 5 km, perkiraan arah ke kali gendol, potensi paling besar. Dengan adanya guguran di barat dan barat laut, kemungkinan juga ada ke arah sana. Potensi ini akan ditinjau ulang saat sudah ada kubah lava, kecepatan, posisi dimana, ini sangat menentukan arahnya kemana,” ujarnya.