Tumpas Corona, Warga Pringgokusuman Lakukan Disinfeksi Sepekan Sekali

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
16 November 2020 23:17 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kesadaran warga menjadi kunci penting dalam pengendalian pandemi Covid-19 di tingkat wilayah. Hal tersebut ditunjukkan oleh warga di Kalurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen dengan tetap rutin menyebarkan edukasi protokol kesehatan serta disinfeksi kampung.

Setiap akhir pekan, mereka rutin melakukan disinfeksi atau penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah titik kampung.

“Di Pringgokusuman ada tujuh kampung. Empat kampung masuk kawasan tanggap bencana [KTB] dan sisanya belum. Masing-masing kampung setiap hari Minggu pagi dari jam 8 sampai jam 10 berkeliling untuk melakukan disinfeksi,” kata Lurah Pringgokusuman, Eni Purwati kepada Harian Jogja, Senin (16/11/2020).

Hingga pekan kemarin, warga Kalurahan Pringgokusuman telah melaksanakan disinfeksi sebanyak delapan kali. Kegiatan tersebut sebagian mengandalkan pendanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja. Sementara untuk alat dan bahan, menurut Eni berasal dari swadaya masyarakat.

Menurut Eni, warga sudah mempunyai kesadaran yang bagus dalam melindungi tempat tinggalnya dari bahaya Covid-19. Hal tersebut, menurut Eni lahir berkat bantuan dan peran serta sukarelawan dari warga Pringgokusuman. Mereka biasanya berasal dari organisasi kewilayahan semacam keanggotan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Selain sukarelawan, Gugus Tugas Kalurahan Pringgokusuman bekerja sama dengan Gugus Tugas Kemantren Gedongtengen terlibat dalam sejumlah gerakan-gerakan preventif.Mereka rutin melakukan edukasi kepada masyarakat menyosialisasikan gerakan 3M yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker.

Hingga Senin, wilayah Pringgokusuman memang masih berstatus zona oranye. Namun demikian, warga Pringgokusuman tak henti menekan potensi persebaran Covid-19.