139 Ternak di Lereng Merapi Telah Diungsikan

Baguna DPD PDIP DIY meninjau kesiapan personel lapangan menghadapi meningkatnya aktivitas Gunung Merapi sekaligus mengirim logistik ke Posko BAGUNA Sleman di Hotel Popi Jalan Kaliurang Km 15 Pakem, Sleman, Jumat (13/11/2020).-Harian Jogja - Ist
16 November 2020 17:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini telah mengungsikan total sebanyak 139 ternak warga di kawasan rawan erupsi Gunung Merapi di Dusun Kalitengah Lor, Kapanewon Cangkringan.

"Saat ini total sudah ada 139 ternak warga Kalitengah Lor yang dibawa turun, terdiri dari 76 ekor sapi potong dan 63 ekor sapi perah," kata Kepala Bidang Peternakan, DP3 Kabupaten Sleman Nawangwulan di barak pengungsian Glagaharjo, Senin (16/11/2020).

Menurut dia, ternak-ternak tersebut diungsikan di tujuh titik atau lokasi kandang yakni di kandang komunal Dusun Singlar, Dusun Gading, huntap Pagerjurang Kepuharjo, huntap Karangkendal, Dusun Jetis Sumur, Klaten dan Lapangan Desa Glagaharjo.

BACA JUGA: Bawaslu Bantul Telusuri Kasus Dugaan Kesekapakatan Bantuan Paslon di Kasihan

"Ada ternak yang diungsikan ke Klaten karena atas permintaan warga karena dititipkan di kandang saudaranya," katanya.

Ia mengatakan, sebanyak 139 ternak tersebut merupakan milik dari 55 orang peternak di Kalitengah Lor.

"Ada satu warga yang memiliki sapi potong dan sapi perah. Total ternak yang perlu diungsikan di Dusun Kalitengah Lor ada sebanyak 294 ekor," katanya.

Nawangwulan mengatakan, pihaknya saat ini sedang membangun kandang penampungan di Lapangan Desa Glagaharjo untuk menampung ternak warga yang belum diunsikan.

"Nanti kalau sudah siap kandang penampungannya, maka kami akan ungsikan lagi ternak-ternak warga. Kira-kira tiga hari ke depan ada 200 ekor ternak yang akan diungsikan," katanya.

Ia mengatakan, saat ini kendala yang dihadapi adalah ketersediaan penampungan air di kandang-kandang penampungan tersebut, namun sudah ada bantuan baik dari relawan maupun DPUPKP Sleman.

"Sumber air menjadi masalah, terutama di kandang penampungan Dusun Singlar. Dari DPUPKP Sleman sempat droping air, juga dari relawan, rutin juga. Minimal di atas tiga tanki keperluan air untuk ternak," katanya.

Sumber : Antara