ISPA Gunungkidul Tembus 2.296 Kasus Sepekan Saat Kemarau
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Rumah Makan Gunungsewu, Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo, Senin (15/11/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ketua Umum PAN Zuklifi Hasan membantah perpecahan di tubuh partainya menjelang Pilkada 2020. Ia memastikan partainya solid.
“PAN tidak ada yang membelot. Tidak ada,” kata Bang Zul seusai mengisi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di rumah makan Gunungsewu, Kalurahan Ngawis, Karangmojo, Senin (16/11/2020).
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua MPR RI ini mengajak peserta sosialiasi menjadi pemilih yang cerdas didalam pilkada. Menurut dia, hal tersebut menjadi sangat penting demi kemajuan wilayah.
Zulkifli mencontohkan beberapa tahun lalu di suatu daerah ada pemilihan kepala darah. Terdapat dua calon yang bertarung untuk memperebutkan posisi orang nomor satu di wilayah tersebut. Satu calon merupakan seorang tokoh akademisi, tetapi tidak memiliki cukup modal. Sedangkan lawanya merupakan seorang yang memiliki banyak uang karena kegiatan usaha yang dijalankan.
“Hasilnya menang yang pemilik modal. Tapi, setelah pemerintahan berjalan ternyata tidak ada kemajuan. Malahan kemaksiatan muncul dimana-mana. Ini bukan asal karena benar-benar melakukan survei secara langsung,” katanya.
Ia pun berharap, masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya karena pilihan tersebut akan menentukan nasib di suatu wilayah.
Sebelumnya puluhan kader dan relawan dari PAN Gunungkidul pada Minggu (15/11/2020) menyatakan membelot dan mendukung pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi. Keputusan ini berseberangan dengan arahan partai yang mendukung pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto.
Mantan Wakil Ketua Bidang HAM dan Advokasi DPD PAN Gunungkidul Bardan Budi Santoso mengatakan, ia bersama dengan puluhan kader dan relawan memutuskan membelot karena memilih mendukung pasangan Immawan-Martanty. Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang mendasari munculnya perbedaan pilihan dengan instruksi partai.
Selain calon yang diusung PAN belum dikehendaki oleh masyarakat, juga dikarenakan faktor Immawan Wahyudi sebagai kader tulen dari PAN karena tercatata sebagai wakil bupati serta pernah menjadi anggota DPRD dari parta berlambang matahari terbit ini. “Selama kepemimpinan sebagai wakil bupati juga baik karena jujur serta memberikan peran dalam pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiyadi, mengatakan tidak ambil pusing dengan isu perpecahan karena secara kepartaian lebih fokus untuk pemenangan pasangan Sutrisna-Ardi, calon yang resmi diusung oleh PAN. Anggota DPRD DIY ini menduga apakah manuver itu dilakukan karena benar-benar urusan pilkada atau dikarenakan sikap yang tidak lagi sejalan dengan partai.
“Saya tidak tahu mana yang benar, tapi yang jelas dalam pilkada tetap fokus untuk pemenangan calon yang diusung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.