Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Rumah Makan Gunungsewu, Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo, Senin (15/11/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ketua Umum PAN Zuklifi Hasan membantah perpecahan di tubuh partainya menjelang Pilkada 2020. Ia memastikan partainya solid.
“PAN tidak ada yang membelot. Tidak ada,” kata Bang Zul seusai mengisi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di rumah makan Gunungsewu, Kalurahan Ngawis, Karangmojo, Senin (16/11/2020).
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua MPR RI ini mengajak peserta sosialiasi menjadi pemilih yang cerdas didalam pilkada. Menurut dia, hal tersebut menjadi sangat penting demi kemajuan wilayah.
Zulkifli mencontohkan beberapa tahun lalu di suatu daerah ada pemilihan kepala darah. Terdapat dua calon yang bertarung untuk memperebutkan posisi orang nomor satu di wilayah tersebut. Satu calon merupakan seorang tokoh akademisi, tetapi tidak memiliki cukup modal. Sedangkan lawanya merupakan seorang yang memiliki banyak uang karena kegiatan usaha yang dijalankan.
“Hasilnya menang yang pemilik modal. Tapi, setelah pemerintahan berjalan ternyata tidak ada kemajuan. Malahan kemaksiatan muncul dimana-mana. Ini bukan asal karena benar-benar melakukan survei secara langsung,” katanya.
Ia pun berharap, masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya karena pilihan tersebut akan menentukan nasib di suatu wilayah.
Sebelumnya puluhan kader dan relawan dari PAN Gunungkidul pada Minggu (15/11/2020) menyatakan membelot dan mendukung pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi. Keputusan ini berseberangan dengan arahan partai yang mendukung pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto.
Mantan Wakil Ketua Bidang HAM dan Advokasi DPD PAN Gunungkidul Bardan Budi Santoso mengatakan, ia bersama dengan puluhan kader dan relawan memutuskan membelot karena memilih mendukung pasangan Immawan-Martanty. Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang mendasari munculnya perbedaan pilihan dengan instruksi partai.
Selain calon yang diusung PAN belum dikehendaki oleh masyarakat, juga dikarenakan faktor Immawan Wahyudi sebagai kader tulen dari PAN karena tercatata sebagai wakil bupati serta pernah menjadi anggota DPRD dari parta berlambang matahari terbit ini. “Selama kepemimpinan sebagai wakil bupati juga baik karena jujur serta memberikan peran dalam pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiyadi, mengatakan tidak ambil pusing dengan isu perpecahan karena secara kepartaian lebih fokus untuk pemenangan pasangan Sutrisna-Ardi, calon yang resmi diusung oleh PAN. Anggota DPRD DIY ini menduga apakah manuver itu dilakukan karena benar-benar urusan pilkada atau dikarenakan sikap yang tidak lagi sejalan dengan partai.
“Saya tidak tahu mana yang benar, tapi yang jelas dalam pilkada tetap fokus untuk pemenangan calon yang diusung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
BMKG memprediksi cuaca DIY pada 17 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Berikut rincian prakiraan cuaca di lima wilayah Jogja.
Kemenhut menjelaskan translokasi gajah Deo dan Sinta dari Gembira Loka Zoo Jogja ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
BNPB mencatat 1.514 bencana terjadi hingga 17 Agustus 2026. Sebanyak 3,7 juta warga terdampak dan 24.883 rumah rusak.