Bus Sekolah Gunungkidul Belum Normal, Ini Penyebabnya
Layanan bus sekolah Gunungkidul belum kembali normal. Kenaikan BBM non-subsidi membuat enam rute belum melayani penjemputan siswa saat pulang.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Rumah Makan Gunungsewu, Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo, Senin (15/11/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ketua Umum PAN Zuklifi Hasan membantah perpecahan di tubuh partainya menjelang Pilkada 2020. Ia memastikan partainya solid.
“PAN tidak ada yang membelot. Tidak ada,” kata Bang Zul seusai mengisi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di rumah makan Gunungsewu, Kalurahan Ngawis, Karangmojo, Senin (16/11/2020).
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua MPR RI ini mengajak peserta sosialiasi menjadi pemilih yang cerdas didalam pilkada. Menurut dia, hal tersebut menjadi sangat penting demi kemajuan wilayah.
Zulkifli mencontohkan beberapa tahun lalu di suatu daerah ada pemilihan kepala darah. Terdapat dua calon yang bertarung untuk memperebutkan posisi orang nomor satu di wilayah tersebut. Satu calon merupakan seorang tokoh akademisi, tetapi tidak memiliki cukup modal. Sedangkan lawanya merupakan seorang yang memiliki banyak uang karena kegiatan usaha yang dijalankan.
“Hasilnya menang yang pemilik modal. Tapi, setelah pemerintahan berjalan ternyata tidak ada kemajuan. Malahan kemaksiatan muncul dimana-mana. Ini bukan asal karena benar-benar melakukan survei secara langsung,” katanya.
Ia pun berharap, masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya karena pilihan tersebut akan menentukan nasib di suatu wilayah.
Sebelumnya puluhan kader dan relawan dari PAN Gunungkidul pada Minggu (15/11/2020) menyatakan membelot dan mendukung pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi. Keputusan ini berseberangan dengan arahan partai yang mendukung pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto.
Mantan Wakil Ketua Bidang HAM dan Advokasi DPD PAN Gunungkidul Bardan Budi Santoso mengatakan, ia bersama dengan puluhan kader dan relawan memutuskan membelot karena memilih mendukung pasangan Immawan-Martanty. Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang mendasari munculnya perbedaan pilihan dengan instruksi partai.
Selain calon yang diusung PAN belum dikehendaki oleh masyarakat, juga dikarenakan faktor Immawan Wahyudi sebagai kader tulen dari PAN karena tercatata sebagai wakil bupati serta pernah menjadi anggota DPRD dari parta berlambang matahari terbit ini. “Selama kepemimpinan sebagai wakil bupati juga baik karena jujur serta memberikan peran dalam pembangunan di Gunungkidul,” katanya.
Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiyadi, mengatakan tidak ambil pusing dengan isu perpecahan karena secara kepartaian lebih fokus untuk pemenangan pasangan Sutrisna-Ardi, calon yang resmi diusung oleh PAN. Anggota DPRD DIY ini menduga apakah manuver itu dilakukan karena benar-benar urusan pilkada atau dikarenakan sikap yang tidak lagi sejalan dengan partai.
“Saya tidak tahu mana yang benar, tapi yang jelas dalam pilkada tetap fokus untuk pemenangan calon yang diusung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan bus sekolah Gunungkidul belum kembali normal. Kenaikan BBM non-subsidi membuat enam rute belum melayani penjemputan siswa saat pulang.
KPK mengusulkan kampanye akbar ditinjau ulang dan mendorong kampanye digital untuk menekan biaya politik serta mencegah korupsi.
Dispetaru Bantul menyusun SPPR 2026-2030 untuk menyelaraskan program pembangunan lintas OPD dengan RTRW agar pembangunan lebih terarah.
Polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK KM Nurul Salsa untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam. Sebanyak 20 penumpang masih dicari.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.