KABAR KAMPUS: Organisasi Kemahasiswaan Harus Mengikuti Perubahan

Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Profesor Chairil Anwar saat memberikan pemaparan secara daring. - @Youtube
19 November 2020 21:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan pelatihan kepada 200 aktivis mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di seluruh Indonesia. Kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Nasional itu untuk membekali mahasiswa dalam mengelolas organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan kampus. Ormawa diharapkan bisa mengikuti perubahan zaman dalam setiap kegiatannya.

Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Profesor Chairil Anwar mengatakan berbagai kegiatan yang digelar ormawa melalui programnya di kampus sebaiknya ikut menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Melalui LKMM akan banyak diperoleh rumusan positif untuk memandu kegiatan mahasiswa ke depan.

BACA JUGA : LL Dikti Pastikan Mahasiswa Baru dan Lama Tak Perlu

Kegiatan mahasiswa harus diintegrasikan seperti pramuka olahraga, seni, karya tulis hingga penerapan pembiasaan di lingkungan keluarga sehingga melahirkan budaya akdemik yang baik. Di sisi lain, ormawa di lingkungan PTM harus dapat membangun karakter, sehingga dapat melanjutkan warisan pendiri Muhamamdiyah.

“Ormawa di lingkungan kampus harus ikut menyesuaikan dengan perubahan saat ini. Tetapi istilah student today, leader tomorrow sejak dahulu hingga saat ini masih tepat. Sehingga mahasiswa memiliki peran penting terhadap perikehidupan bangsa ini ke depan,” katanya saat dipantau Harianjogja.com melalui akun Youtube UAD Kamis (19/11/2020).

Rektor UAD Muchlas mengatakan melalui ormawa, mahasiswa dapat melatih diri, mengasah berbagai ketrampilan dalam berorganisasi yang merupakan ketrampilan tersebut dibutuhkan di dunia pekerjaan. Pihaknya mendorong mahasiswa dari berbagai PTM di Indonesia untuk aktif di ormawa dan dijadikan sebagai kawah candradimuka untuk menyiapkan diri sebagai manusia yang memiliki ketrampilan lengkap.

BACA JUGA : Kegiatan Kampus Diusulkan Dibuka Bertahap untuk

"Agar memiliki bekal ketrampilan dalam memimpin, bekerja sama dalam tim, manajerial dan meningkatkan wawasan dalam berorganisasi. Bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan pada organisasi yang kita kelola," katanya.

Kabid Pendidikan Karakter dan Kesejahteraan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD Caraka Putra Bhakti menambahkan peserta berjumlah 200 mahasiswa dari 48 PTM dan perguruan tinggi Aisyiyah seluruh Indonesia termasuk dari luar Jawa. Kegiatan digelar selama empat hari yang berakhir pada Minggu (22/11/2020) pada hari pertama, Kamis (19/11/2020) diisi dengan materi secara umum. Mereka merupakan perwakilan aktivis mahasiswa di lingkungan PTM, seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi, BEM, hingga aktivis IMM. Para peserta diharapkan menjadi leader dan memberikan semangat kepada rekan sesama organisasi atau kampus untuk berinovasi dalam menggelar kegiatan.

“Kegiatan ini semua digelar daring. Lalu di akhir kegiatan para peserta diminta merancang program kerja inovatif diarahkan ke pertukaran mahasiswa, lintas universitas, antarorganisasi menggelar kegiatan bersama,” katanya.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Kedatangan Mahasiswa Dibagi 3

Ia mengatakan dalam kegiatan itu disertai dengan kompetisi mahasiswa yang memiliki ide menarik dan aktif dalam diskusi. Selama tiga hari memulai diskusi akan diamati keaktifan mahasiswa dalam focus group discussion (FGD). “Ada semacam penghargaan best influencer, ide terbaik per kelompok kecil, mereka akan melaporkan hasil diskusi,” kata dia.