Viral Perundungan Mahasiswa Telkom, Pelaku Semprotkan Cairan dan Api ke Wajah Korban
Video dugaan perundungan mahasiswa baru Telkom University viral di media sosial. Kampus menyatakan kasus ditangani sesuai ketentuan.
Ilustrasi belajar./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Sektor pendidikan menjadi penyumbang besar perekonomian di DIY sejalan dengan pariwisata. Sejumlah pihak mulai mengusulkan pentingnya pemerintah daerah untuk duduk bersama dengan para pimpinan perguruan tinggi agar kegiatan kampus bisa dibuka secara bertahap.
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan sektor pariwisata dan pendidikan dalam hal ini perguruan tinggi menjadi penopang sekitar 60% ekonomi di DIY. Oleh karena itu insan perguruan tinggi terutama para pimpinannya harus diajak untuk berembug bersama untuk bisa membantu mengatasi persoalan ini. Mengingat kedatangan mahasiswa ke Jogja sangat memberikan efek ekonomi yang luar biasa.
"Kami mendorong aktivitas kampus bisa berjalan secara bertahap tetapi aman, ini perlu dibicarakan. Menurut saya penting bagi Pemda DIY untuk segera mengajak bicara rektor-rektor perguruan tinggi. Setelah pembicaraan bisa dipilah mana hal yang bisa difasilitasi daerah mana yang jadi tanggungjawab kampus,” ungkap Huda dalam diskusi di Kompleks Taru Martani, Sabtu (25/7/2020).
BACA JUGA : Gara-Gara Corona, Kampus Swasta Terkendala Promosi
Huda menilai jika memungkinkan ada insentif atau subsidi untuk pelaksanaan rapid test bagi mahasiswa yang akan masuk ke Jogja sehingga tidak memberatkan. "Dari pembahasan kan muncul apa kendala ketika memasukkan mahasiswa ke Jogja, kalau misal harus rapid test bagaimana solusinya untuk membantu. Intinya bagaimana mahasiswa bisa masuk ke Jogja secara perlahan tetapi aman dari Covid-19," katanya.
Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Y. Sri Susilo sepakat pembukaan sektor pendidikan secara bertahap bisa dilakukan untuk memberikan kran ekonomi bisa terbuka. Meski sebenarnya hal itu masih perlu didiskusikan lebih jauh, karena di 2021 saja masih ada kemungkinan kegiatan kampus belum bisa secara offline. Ia pun menyarankan agar Pemda DIY untuk segera merangkul pimpinan perguruan tinggi untuk membahas wacana ini.
“Kampus rata-rata siap ketika diajak diskusi tentang ini, karena ketika dibuka perlahan akan menggeliatkan ekonomi, selama ini sekitar kampus sangat terdampak ada warung makan, laundry dan banyak UMKM lainnya berhenti karena kampus tidak ada kegiatan,” kata Dosen UAJY ini.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Ni Made Dwi Panti mengatakan saat ini yang sudah mulai dibuka perlahan adalah sektor pariwisata, terkait pendidikan tentu bisa didiskusikan lebih lanjut. Mengingat di sektor wisata saja, selama ini masih banyak wisatawan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan.
BACA JUGA : Mahasiswa Jogja yang Balik ke Sleman Wajib Bawa Surat
“Kadang-kadang wisatawan tak refleks untuk segera cuci tangan padahal tersedia wastafel. Memang susah. Budaya baru tidak mudah. Budaya berabad-abad saja sulit pertahankan. Perlu dukungan dari semua pihak,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video dugaan perundungan mahasiswa baru Telkom University viral di media sosial. Kampus menyatakan kasus ditangani sesuai ketentuan.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 12 Oktober 2026, lengkap dengan jam keberangkatan ke Sleman, Condongcatur, Gamping, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 12 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin, 12 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan reguler. Cek jam keberangkatan dari Jogja, Wates, dan YIA.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.